Meningkatkan Angka Keterserapan Lulusan SMK dengan Bimbingan Karir

Agus | Sabtu, 12 Mei 2018 - 08:35 WIB
Meningkatkan Angka Keterserapan Lulusan SMK dengan Bimbingan Karir

Oleh TETI KUSUMANINGSIH  (Mahasiswa S2 Program MPV  Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)

SMK sebagai sekolah kejuruan harus mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja. Pengumuman kelulusan bagi SMK bukan merupakan pelayanan pendidikan terakhir karena masih ada PR berat, yaitu pendampingan penyaluran kerja para lulusannya.

Penyaluran kerja bagi SMK bisa dilaksanakan sebelum kelulusan, bagi siswa yang belum terserap didunia industri, maka penyaluran kerja akan dilaksanakan setelah kelulusan siswa. 

Dari hasil penyaluran kerja inilah sebuah SMK akan mengetahui hasil keterserapan lulusannya. Angka keterserapan lulusan di dunia industri akan menjadi salah satu indikator penting yang akan menentukan tingkat keberhasilan dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sebuah SMK.

Dalam rangka untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja, setiap SMK berusaha untuk memberikan layanan pendidikan terbaik. Tanpa terkecuali dalam proses layanan pendidikan, harus dipersiapkan semaksimal mungkin, baik yang berkaitan dengan sarana dan prasarana maupun yang terkait dengan ketenagaan seperti pendidik maupun tenaga kependidikan.  

Hal demikian semestinya dilakukan dalam rangka memberikan layanan pendidikan yang terbaik untuk para siswanya. Dengan layanan pendidikan yang terbaik, maka setiap SMK berharap lulusannya memiliki kompetensi yang memadai untuk dapat memasuki dunia kerja dan dunia industri. 

Yang terjadi, setiap SMK berlomba-lomba untuk memberikan layanan pendidikan terbaik agar angka keterserapan lulusannya meningkat dan sesuai harapan. Maka, dengan meningkatnya angka keterserapan lulusan secara otomatis akan meningkatkan angka kepercayaan masyarakat terhadap sebuah SMK. Dengan demikian, untuk mengetahui dan mengukur keberhasilan sebuah SMK indikator utamanya adalah tingkat keterserapan lulusannya.

Sebuah tamparan yang cukup keras kepada pendidikan SMK, ketika BPS (Badan Pusat Statistik) melaporkan bahwa angka pengangguran terbesar justru di tempati oleh lulusan SMK. Rendahnya angka keterserapan kerja para lulusan SMK tentu saja menjadi pusat perhatian terutama bagi pemerintah, bahkan termasuk para peneliti dari angka pengangguran inilah semua pihak yang terkait dengan pendidikan SMK melakukan perbaikan dan pembenahan sistem pendidikan SMK.  

Kemudian program revitalisasi SMK pun di canangkan oleh pemerintah, menjadi program yang harus mampu menempatkan SMK sebagai lembaga yang harus mampu mencetak tenaga terampil tingkat menengah.

Pendidikan adalah sebuah sistem, dimana semua unsur yang ada dalam sistem itu memiliki peranan yang menentukan tingkat keberhasilan pendidikan SMK. Dalam sistem pendidikan SMK, unsur sarana prasarana,  pendidik dan tenaga kependidikan kemudian layanan KBM, peranan BK, layanan infomasi , hubungan sekolah dengan masyarakat semuanya akan memiliki peranan terhadap keberhasilan proses pendidikan SMK.

Peranan layanan BK (Bimbingan Karir) 

Peranan layanan BK ( Bimbingan Karir ) oleh guru BK di SMK sering kali tidak menjadi unsur yang di perhitungkan bahkan seringkali guru BK, malahan justru menjadi polisi sekolah yang tugasnya menghukum siswa bermasalah. Keadaan seperti ini tentu saja harus menjadi keprihatinan bersama, karena terbatasnya guru BK yang ada masih belum berfungsi sebagaimana mestinya. 

Tugas guru BK diantaranya memberikan bimbingan konseling dan bimbingan karir dan hal ini tentu saja menjadikan peranan guru BK sangat penting dalam sebuah proses pendidikan di SMK. 

Siswa SMK berusia masih remaja belum memiliki kestabilan mental, kematangan  berfikir dan bersikap sehingga  sering melakukan tindakan –tindakan yang menyimpang baik norma agama maupun masyarakat. Dengan kenakalan remaja anak SMK inilah,  tentu saja sangat membutuhkan bimbingan khusus  dari pihak sekolah. 

Dari kenakalan-kenakalan yang terjadi di kalangan pelajar SMK, peranan guru BK sangat di butuhkan di samping untuk memberikan bimbingan konseling, juga untuk memberikan bimbingan karir agar mereka memiliki harapan lebih baik tentang karir dan masa depannya. 

Melihat karakteristik pelajar SMK yang masih remaja, sehingga belum berfikir tentang karir atau pekerjaan. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya anak SMK belum memiliki kematangan diri untuk menentukan pilihan hidupnya dalam berkarir, dengan inilah menjadikan pelajar SMK belum berani untuk berkomitmen terhadap kehidupannya sendiri. 

Faktor lain banyak di temukan pelajar SMK yang diharapkan setelah lulus langsung kerja, belum memiliki kemantapan tentang pilihan dan  jenis pekerjaan atau karir nya nanti. Dengan demikian, mereka kurang memiliki semangat belajar, belum tertarik dengan dunia kerja. Belum memiliki semangat untuk bekerja karena mereka masih belum memiliki kemantapan tentang karir yang di inginkan. 

Dengan keadaan seperti ini, tentu saja membutuhkan peranan BK untuk membangkitkan semangat hidupnya , memberikan harapan tentang karir dan masa depan dan membangun sebuah komitmen tentang hidupnya .

Peranan BK di SMK sangat di butuhkan, kerena pendidikan SMK yang harus mampu melahirkan tenaga kerja terampil. Itu dihadapkan dengan karakteristik siswa yang masih sangat labil, belum begitu mengenak tentang dirinya sendiri termasuk tentang bakat dan minatnya. 

Fenomena yang terjadi seringkali pelajar SMK mengambil sebuah keputusan didasarkan karena melihat orang lain atau teman-temannya meskipun keputusan yang diambil adalah tentang kehidupannya sendiri. Dari beberapa faktor tersebut, dapat dipahami bahwa angka pengangguran yang tinggi di kalangan lulusn SMK dapat disebabkan oleh rendahnya kesiapan dan motivasi kerja. 

Nah, keadaan tersebut diatas dapat di atasi dengan meningkatkan peranan guru BK di sekolah untuk melaksanakan bimbingan konseling dan bimbingan karir. 

Perlu diketahui, bimbingan karir adalah suatu proses bantuan layanan yang melakukan pendekatan individu  agar lebih mengenal dirinya, agar lebih dapat berkembang dan lebih memahami kemampuan dan harapan kehidupannya. Sehingga mampu untuk merencanakan masa depannya.  

Dengan adanya bimbingan karir di SMK, maka siswa akan lebih mengenal dan memahami tentang dunia kerja  sehingga siswa di harapkan akan mampu mengambil suatu keputusan secara tepat dan bertanggung jawab .

Sekolah lanjutan atas terutama sekolah kejuruan sangat penting memberikan bimbingan karir terhadap siswa siswinya, hal ini di sebabkan oleh beberapa alasan antara lain. Dari sisi usia siswa, SMK merupakan usia yang masih sangat labil, belum memiliki ketegasan untuk mengambil sebuah keputusan tentang hidupnya. Sehingga mereka sangat membutuhkan pendampingan dari orang dewasa untuk memberikan sebuah pemahaman tentang dirinya sendiri dan tentang harapan masa depan. 

Peran bimbingan karir disini menjadi sangat penting, karena bagi SMK, lulusan di harapkan langsung bekerja. Pendampingan melalui bimbingan karir diharapkan akan menjadi suatu proses yang membentuk sikap kesiapan kerja yang lebih baik.