Pembunuh Lima Anggota Polri di Mako Brimob Terancam Hukuman Mati

Ame | Sabtu, 12 Mei 2018 - 08:23 WIB
Pembunuh Lima Anggota Polri di Mako Brimob Terancam Hukuman Mati

JAKARTA (wartamerdeka)- Polri akan memberikan sanksi tegas dan berat kepada para pelaku pembunuh lima anggota Polisi di Mako Brimob Depok. 

Para pelaku akan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukuman maksimal untuk pasal tersebut adalah hukuman mati.

"Kira-kira begitu. Nanti bisa dicarikan hukuman yang lebih berat," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jumat (11/5/2018) malam.

Kendati demikian, Setyo mengakui calon tersangka untuk kasus pembunuhan tersebut masih belum mengkrucut sehingga polisi belum menemukan tersangkanya. Setyo berdalih, penyidik masih mengumpulkan alat bukti.

 "Belum. Masih mencari bukti," terangnya.

Polisi saat ini juga masih mencari seorang napi yang tertangkap kamera sedang menginjak seorang korban yang dalam keadaan kritis. Foto kejadian tersebut telah beredar dan sudah viral di media sosial.

"Bisa dicari (pelakunya). Jangankan itu, kaca yang ada darah bekasnya saja bisa diketahui pelakunya. Kita punya inafis," ujarnya.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan ini berawal dari kericuhan hingga berujung penyanderaan anggota kepolisian oleh napi teroris di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, yang berlangsung sejak Selasa (8/5/2018) pukul 19.30 WIB hingga Kamis (10/5/2018) pukul 07.15 WIB. Akibat insiden ini, lima polisi tewas setelah disandera terlebih dahulu oleh narapidana teroris.

Para korban mengalami pembunuhan sadis, karena hasil pemeriksaan forensik sebagian besar mereka tewas dengan sejumlah luka di sekujur tubuhnya. 

Kelima polisi yang gugur itu dalam tugas itu, Bripka Denny Setiadi, Ipda Ros Puji, Briptu Fa di Setyo Nugroho, Bripda Syukron Fadli, Bripda Wahyu Catur. Selain anggota kepolisian, satu napi juga tewas akibat melawan petugas, yakni Abu Ibrahim alias Beny Syamsu asal Pekanbaru