Napi Terorisme Harus Ditangani Secara Ekstra Luar Biasa

Presidium PENA'98 Sulteng Yahdi Basma Kutuk Pembunuhan Keji Aparat Polri di Mako Brimob

Ar | Jumat, 11 Mei 2018 - 13:45 WIB
Presidium PENA'98 Sulteng Yahdi Basma Kutuk Pembunuhan Keji Aparat Polri di Mako Brimob

PALU (wartamerdeka) - Ketua Presidium PENA'98 Sulawesi Tengah Sulteng) Yahdi Basma, SH, yang juga anggota DPRD Sulteng menyatakan turut berduka cita yang dalam atas gugurnya lima anggota Polri dalam kerusuhan dan penyanderaan oleh tahanan kasus terorisme, di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, kemarin.

Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Sulteng ini kepada wartamerdeka.net, tadi siang (11/5/2018), juga menegaskan sikap, bahwa dirinya mengutuk keras pelaku keji pembunuhan aparat Polisi di Mako Brimob.

Yahdi Basma juga mendesak Negara melalui Presiden RI untuk mengambil langkah keras terhadap siapapun dan kelompok manapun, yang nyata merusak prinsip kemanusiaan dan  merongrong kewibawaan Negara.

Ditandaskannya, radikalisme/terorisme adalah musuh bersama bangsa-bangsa dunia, musuh bersama Rakyat Indonesia, yang terhadapnya tak boleh terjadi pembiaran.

Kepada Kementerian Hukim dan HAM, Yahdi juga minta agar mere-design profesionalisasi sistem pemasyarakatan Napi Terorisme.

"Sebagai  kejahatan luar biasa, Napi Terorisme harus ditangani pula secara ekstra atau luar biasa, bukan dengan pola Lembaga Pemasyarakatan biasa," ujar Yahdi.

Seperti diketahui, dalam kerusuhan di Mako Brimob yang terjadi sejak Selasa (08/05/2018) malam oleh para narapidana terorisme, telah mengakibatkan lima orang anggota Polri gugur. Kerusuhan dan penyanderaan ini berakhir pada hari Kamis (10/5/2018) pagi.