Rintik-Rintik Hujan Temani Tim Humas Bakamla RI Untuk Tanam Mangrove di Aceh

Ar | Kamis, 10 Mei 2018 - 01:11 WIB
Rintik-Rintik Hujan Temani Tim Humas Bakamla RI Untuk Tanam Mangrove di Aceh

ACEH (wartamerdeka) -   Meski rintik-rintik hujan cukup membasahi baju sejak pagi hari, namun tak sedikitpun mengurungkan niat dan semangat  Tim Humas Bakamla RI dan SPKKL Aceh untuk melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan muara sungai yang terletak di Desa Durung, Kab. Aceh Besar, Provinsi Aceh, pada Rabu (9/5/2018). 

Sedikitnya 100 partisipan juga turut mendukung kegiatan penghijauan daerah pesisir ini. Mereka  berasal dari nelayan Krueng Aceh, pelajar SMK 1 Mesjid Raya Aceh Besar, taruna dan taruni Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP), mahasiswa pecinta alam Fakultas Hukum Universitas Syahkuala, serta para pengajar dan pendamping siswa, saling bahu membahu turun ke area berlumpur itu  dengan penuh semangat untuk bergiat dalam penanaman pohon mangrove.

Dalam kegiatan ini menghadirkan pula nara sumber terkait pelestarian lingkungan yaitu Kepala BPDASHL Krueng Aceh Ahmad Sofyan, S.E. M.Si. yang menjabarkan tentang pentingnya penanaman mangrove bagi masyarakat, antara lain bisa menghalau ombak, dan menjadi tempat budi daya ternak lebah karena ternyata madu yang dihasilkan dari pohon mangrove lebih unggul kualitasnya.

Selain itu zat tertentu yang terkandung di batang mangrove bisa meningkatkanimun ayam sehingga terhindar dari penyakit, sehingga lokasi sekitar area mangrove juga bisa digunakan untuk ternak ayam. Hal ini menunjukkan adanya kesinambungan antara penanaman mangrove dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Terkait instansi penegak hukum, rupanya banyak penebang liar yang juga mengambil batang mangrove yang sudah tua. Sofyan juga berterima kasih atas kehadiran Bakamla, karena jika penanam adalah unsur penegak hukum diharapkan bisa berkelanjutan dalam pemeliharaannya.

Sebelumnya, Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Laut (KH) Drs. Toni Syaiful dalam paparannya juga menjelaskan secara umum tentang tugas dan fungsi Bakamla.

Dikatakannya, di Aceh ada perwakilan Bakamla yaitu Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Aceh, yang terbuka bagi masyarakat disekitarnya. Penjelasan itu disambung pula oleh Dony Nova, S.Kom., M.Si(Han) selaku Kepala SPKKL Aceh menjelaskan lebih detail tentang tugas dan fungsi pemantauan keamanan dan keselamatan laut melalui peralatan surveillance dan monitor di SPKKL Aceh.

Usai sosialisasi, seluruh peserta bergerak ke lokasi tanam mangrove, dan melakukan penanaman dengan penuh semangat. Bahkan Kepala BPDASHL dan Kabag Humas dan Protokol turut serta berkubang dengan lumpur untuk keberhasilan program ini.  Setidaknya seribu mangrove berhasil ditanam, dan lokasi mangrove yang dekat dengan SPKKL Aceh memberikan keuntungan tersendiri, karena memudahkan dalam pemantauan dan monitoring perkembangannya.

Kegiatan yang mengangkat tema "Bakamla Bertekat  Tingkatkan Layanan Publik Terhadap Masyarakat Pesisir serta Lestarikan Lingkungan Laut" itu dipimpin oleh  Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Laut (KH) Drs. Toni Syaiful, didampingi Kasubbag Humas Bakamla RI Mayor Marinir Mardiono, dan Kepala Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Aceh, Dony Nova, S.Kom., M.Si(Han).

Kegiatan yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat Aceh tersebut juga diikuti sejumlah Staf Humas Bakamla RI, antara lain: Enni Parikawati, S.T., M.T., Novita Sari Dewi, S.E., dan Asmawi. Sementara itu dari SPKKL Aceh antara lain: Mukhlis, Yulis Haryati, S.H., Sayuti, Amd., dan Ibrahim.