Ketum Dharma Pertiwi: Keharmonisan Keluarga  Bentuk Dukungan Istri Prajurit TNI

Ar/Sumber: Puspen TNI | Jumat, 27 April 2018 - 20:22 WIB
Ketum Dharma Pertiwi: Keharmonisan Keluarga  Bentuk Dukungan Istri Prajurit TNI

KUBU RAYA (wartamerdeka) -  Istri seorang Prajurit TNI dituntut untuk mampu memahami tugas dan peran suami sebagai Prajurit TNI dalam mempertahanakan keutuhan dan kedaulatan negara dan bangsa.. Oleh sebab itu istri prajurit harus memberikan dukungan optimal berupa dukungan moril yang bersumber dari lingkungan keluarga harmonis.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ny Nanny Hadi Tjahjanto pada acara tatap muka dengan Ibu-Ibu Dharma Pertiwi Daerah L, bertempat di Aula Makodam XII/Tanjungpura, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (27/4/2018).

Ketua Umum Dharma Pertiwi menjelaskan bahwa tanpa keharmonisan rumah tangga maka mustahil seorang prajurit dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. “Tugas tersebut menuntut pengorbanan yang sangat besar, dengan demikian dituntut pengertian dan bahkan pengorbanan yang lebih dari seorang istri prajurit untuk mendukung tugas sebagai pengawal negara tersebut,” katanya.

Lebih lanjut Ny Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa sebenarnya menjadi seorang istri prajurit TNI  jauh lebih luas dari sekedar pekerjaan rumah tangga karena menjadi istri prajurit adalah sebuah pengabdian. “Pengabdian yang bila dijalankan dengan tulus dan ikhlas akan berbuah manis, bahkan bernilai pahala di hadapan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Ketum Dharma Pertiwi juga menyampaikan bahwa sebagai seorang istri prajurit wajib mendampingi suami dengan segala suka dan duka, walaupun setelah seharian disibukkan dengan urusan rumah dan anak-anak. “Saat suami pulang ke rumah dalam keadaan lelah, alangkah indahnya bila sang istri menyambut dengan senyum yang ikhlas,” tuturnya.

Di sisi lain Ny Nanny Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa keharmonisan rumah tangga seorang prajurit TNI dapat terwujud bila  seorang istri mampu menjalankan perannya sebagai seorang ibu yang dapat dipercaya menjaga dan mendidik anak-anaknya  yang akan menjadi generasi penerus yang membanggakan bangsa dan negara.

“Saat ada di rumah, kesempatan itu perlu dimanfaatkan sang ibu untuk menciptakan interaksi yang harmonis antara ayah dan ibu dengan anak-anak. Saat sang ayah sedang bertugas jauh dari rumah, komunikasi juga diupayakan tetap terjalin dengan baik” ungkap Ny Nanny Hadi Tjahjanto.