Senyum Sumringah Kim Jong-un Pererat Hubungan Dua Korea

Ar | Sabtu, 28 April 2018 - 09:35 WIB
Senyum Sumringah Kim Jong-un Pererat Hubungan Dua Korea

Oleh Dasman Djamaluddin

Para pemimpin Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) baru saja mencapai kesepakatan untuk bekerja sama di KTT bersejarah di kawasan perbatasan kedua negara.

Terlihat senyum sumringah Pemimpin Korut Kim Jong-un menyapa rekannya dari Korsel  Moon Jae-in. Selama ini kita hanya melihat wajah cantik adik perempuan Kim Jong - un, yaitu Kim Yo- jong. Adik perempuannya ini sering mewakili kakaknya, terutama  ketika menghadiri Olimpiade Musim Dingin baru-baru ini Korsel.

Delegasi Korut berjumlah sembilan pejabat terpercayanya, termasuk adik perempuannya Kim Yo-jong. Ketika masyarakat bertanya, di mana istri Kim Jong-un? Menurut saya, ini hanya masalah keamanan. Lihat foto Pemimpin Korut itu ketika mobilnya dikawal dengan sangat ketat untuk menghindari berbagai kemungkinan yang terjadi. Seperti penembakan para pemimpin negara yang peristiwanya sulit dideteksi. Apalagi Kim Jong-un baru kali ini ke Korut.

Berbagai sumber menyebutkan kronologi pertemuan kedua pemimpin itu pada hari Jumat 27 April 2018. Pertama, mereka disambut pasukan kehormatan dalam kostum tradisional di sisi Korsel, setelah Kim Jong-un melintasi perbatasan dan memasuki garis demarkasi. Selanjutnya, keduanya lalu berjalan ke Wisma Perdamaian di Panmunjom, sebuah kompleks militer di zona demiliterisasi (DMZ) di wilayah antara kedua negara.

Kim kemudian mengundang Presiden Korsel Moon untuk melangkah sebentar melintasi garis demarkasi ke wilayah Korut sebelum keduanya kembali ke Korsel - sambil berpegangan tangan.

Itu adalah momen yang tampaknya tidak dirancang dalam peristiwa yang susunan acaranya direncanakan sangat rinci itu.

Sesudah pembicaraan sesi pertama berakhir, keduanya berpisah untuk melakukan makan siang masing-masing, dan Kim Jong-un kembali ke Korut dengan limusin hitam yang dijaga ketat.

Lalu setelah dia kembali pada sore hari, Kim dan Moon mengambil bagian dalam upacara yang ditandai penanaman pohon pinus menggunakan tanah dan air dari kedua negara.

Keduanya menyekop tanah di sekitar kaki pohon dan menggali batu bertuliskan nama-nama dan jabatan resmi mereka, serta pesan yang berbunyi: "Tanamlah kedamaian dan kemakmuran."

Sebuah perjamuan kemudian diadakan di sisi Selatan. Kim Jong-un disuguhi roti, hidangan adonan kentang panggang ala Swiss -suatu sentilan akrab terkait masa muda Kim saat kuliah di Swiss - bersama hidangan khas Korea Utara, mie dingin, dan likor atau minuman Korea Utara yang beralkohol.

Kedua Pemimpin Korea itu  setuju menciptakan wilayah bebas nuklir di Semenanjung Korea. Tetapi tidak dijelaskan dengan rinci, sehingga tidak terlihat menjadi sebuah kesepakatan utama yang menurut saya Korut bisa saja melanjutkan uji coba senjata nuklir, apabila kesepaktanan Korut-AS nanti tidak tercapai.

Menariknya hasil pertemuan dua Korea ini adalah untuk mendorong berbagai langkah mengubah gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea pada tahun 1953 menjadi perjanjian damai yang lebih permanen pada tahun ini juga. Sejak terjadinya Perang Korea, tidak pernah ada perjanjian damai tertulis kedua negara. Perang Korea itu berhenti dengan sendirinya setelah Korut yang mulai menyerang Korsel.

Butir-butir lain yang disepakati oleh pemimpin kedua Korea dalam pernyataan bersama itu adalah:

1. Mengakhiri "aktivitas yang tidak bersahabat" di antara kedua negara.

2.  Mengubah Zona Demiliterisasi yang membagi kedua negara menjadi "zona damai" dengan menghentikan siaran-siaran propaganda lintas batas.

3. Pengurangan senjata di wilayah itu seiring peredaan ketegangan militer.

4. Mendorong pembicaraan tiga pihak yang melibatkan AS dan China.

5. Melangsungkan reuni keluarga yang terpisah oleh perang. 

6. Menghidupkan dan memodernisasi jaringan kereta api dan jalan raya melintasi perbatasan.

7. Partisipasi bersama lebih lanjut dalam berbagai acara olahraga, termasuk Asian Games tahun ini di Jakarta