Jelang KTT Korut-Korsel-AS, Muncul Foto Bung Karno-Kim il-Sung di Pyongyang

Ar | Senin, 23 April 2018 - 09:14 WIB
Jelang KTT Korut-Korsel-AS, Muncul Foto Bung Karno-Kim il-Sung di Pyongyang

Oleh Dasman Djamaluddin

Pyonyang, ibu kota Korea Utara (Korut), hari Jumat, 27 April 2018  akan menjadi perhatian dunia internasional. Di Pyongyang inilah rencananya akan diselenggarakan pertemuan pemimpin kedua Korea dan selanjutnya akan diikuti oleh pemimpin Korut-Amerika Serikat (AS).

Pemimpin Korut Kim Jong Un telah menyatakan pula tidak akan melakukan uji coba peluru kendalinya sebagaimana yang selalu dilakukannya. Hal ini sudah tentu disambut baik Korea Selatan (Korsel) dan AS. Pertanyaan selanjutnya, apakah benar bahwa Korut benar-benar menghentikan uji coba senjata nuklirnya?

Yang jelas pernyataan pemimpin Korut itu muncul setelah ia diam-diam berkunjung ke Beijing. Ini juga menjadi pertanyaan, apakah ini pesan Beijing di mana Republik Rakyat China (RRC) menjadi perhatian AS atas tindakannya masuk ke Kepualauan Spratly di Laut China Selatan. Boleh jadi juga meredam situasi di kawasan tersebut, karena AS dan Filipina baru saja melakukan latihan militernya di dekat kepualauan tersebut.

Banyak hal memang yang akan terjadi. Tetapi yang perlu dicatat bahwa Korut telah bersedia berunding dengan Korsel untuk mengakhiri Perang Korea yang pernah terjadi sebelumnya, yaitu pada 25 Juni 1950. Waktu itu Korut yang terlebih dahulu menyerang Korsel. Setelah berakhir perang pada 27 Juli 1953, tidak ada perjanjian damai secara tertulis. Oleh karena itu perjanjian tertulisnya bisa ditandatangani di KTT kedua Korea yang akan dimulai Jumat minggu ini.

Di samping masalah Semenanjung Korea, baru-baru ini, Korut menggelar Festival Bunga Kimilsungia 2018 yang diselenggarakan setiap tahun. Terlihat di stand Kedutaan Besar Republik Indonesia,  bunga hadiah Presiden Soekarno kepada pemimpin Korut waktu itu, Kim Il Sung.

Presiden Soekarno waktu itu  menyerahkan bunga kepada Presiden Kim Il Sung sebagai hadiah ulang tahun Pemimpin Besar Korea Utara tersebut di Kebun Raya Bogor pada 13 April 1965. Itu menjadi ikon stand Indonesia. Terpampang dengan serasi di dinding stan yang bermotif batik Kalimantan.

Pada festival yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 106 tahun kelahiran Kim Il Sung tersebut, stand  Indonesia dipenuhi lebih dari 200 tangkai bunga Kimilsungia, angrek yang menjadi unggulan, bunga Kimjongilia dan aneka bunga lain.

Dua payung merah dan penjor mini khas Bali yang dipajang di sebelah kiri dan kanan foto kedua pemimpin besar tersebut serta lampu hias berwarna kuning di bawahnya menambah keunikan dan mempercantik tampilan stand KBRI.

Banyak pengunjung, baik warga Korea maupun ekspatriat dan wisatawan asing, singgah dan berfoto bersama atau berswafoto di depan stand KBRI. 

Keindahan stand  Indonesia tersebut membawa KBRI Pyongyang memperoleh Penghargaan Terbaik Kedua untuk kategori stand peserta asing pada Festival Bunga Kimilsungia ke-20 yang diselenggarakan di Kimilsungia-Kimjongilia Exhibition House, Pyongyang, 12-19 April 2018. Penghargaan ini merupakan yang keempat kali berturut-turut diraih oleh perwakilan Indonesia di Korea Utara. 

Piagam penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara, Yang Hyong Sop kepada Duta Besar RI Bambang Hiendrasto pada upacara penutupan festival, 19 April 2018.

"Duta Besar RI Bambang Hiendrasto dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Korea Utara yang telah memberi kesempatan kepada KBRI Pyongyang untuk kembali berpartisipasi dalam festival ini," tulis KBRI Pyongyang.

Dubes Hiendrasto juga mengucapkan selamat kepada pemerintah Korea Utara dan Komite Kimilsungia-Kimjongilia selaku panitia penyelenggara atas terselenggaranya festival yang ke-20 ini. 

Sementara itu, Ketua Komite Kimilsungia-Kimjongilia, Kim Chang Do dalam sambutannya pada upacara penutupan festival antara lain menyatakan bahwa Kimilsungia merupakan khazanah dan kebanggaan yang akan selamanya ada di hati rakyat Korea.

Menurut keterangan panitia penyelenggara, festival tahun ini diikuti sekitar 80 peserta dari dalam dan luar negeri dan dikunjungi oleh lebih dari 220 ribu orang. Lebih dari 24 ribu tangkai bunga Kimilsungia dipamerkan pada festival tahunan di Pyongyang ini.

Seperti pada festival sebelumnya, penerima Penghargaan Terbaik I untuk kategori stan peserta asing tahun ini adalah asosiasi warga Korea Utara di Jepang (Chongryon). 

Menurut Sukamto, Sekretaris II pada KBRI Pyongyang, KBRI merupakan satu-satunya perwakilan asing yang diundang pada upacara pembukaan dan penutupan festival.