Pasangan Hasanah Buat Acara Coffee Morning Pilkada Damai Berlangsung Meriah

Ame | Selasa, 10 April 2018 - 19:03 WIB
Pasangan Hasanah Buat Acara Coffee Morning Pilkada Damai Berlangsung Meriah

BANDUNG (wartamerdeka)- Sambutan meriah memecah kebekuan saat Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Tubagus (Tb) hasanuddin dan Anton Charliyan (Hasanah) naik ke panggung untuk unjuk kebisaan dalam acara coffee morning dalam mewujudkan pilkada aman. Pasangan Hasanah dengan luwes berlenggak-lenggok.

Tb Hasanuddin dan Anton Charliyan ngibing di hadapan para kandidat lain serta Forkopimda Jabar. Dua penari dan seorang penyanyi berkebaya, melenggak-lenggok bersama pasangan Hasanah yang diiringi lagu Mojang Priangan. 

Penampilan duo jenderal itu sontak mendapat tepuk tangan dan sambutan meriah. Suasana semakin pecah ketika Kang Anton unjuk kebisaan. Dengan gayanya yang nyentrik Kang Anton menyanyikan lagu Mojang Priangan versi rock.

 "Nanti kalau saya nyanyi bilang Hasanah-Hasanah ya," ajak Kang Anton kepada yang hadir dalam acara tersebut, Selasa (10/4/2018).

Aksi tersebut sontak membuat tim sukses Hasanah yang turut hadir termasuk Ketua Tim Pemenangan Abdy Yuhana ikut berteriak Hasanah, sambil mengacung salam 2 jari.

Bahkan, Calon Gubernur (Cagub) Jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar pun berdiri sambil turut berteriak Hasanah-Hasanah. Aksi panggung pasangan Hasanah tersebut benar-benar membuat suasana cair dan akrab.

Sementara, Tb Hasanuddin yang akrab disapa Kang Hasan menegaskan, empat pasangan kandidat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar termasuk Hasanah sepakat untuk menjaga stablitas kamtibmas pada pesta demokrasi di Jawa Barat. 

"Kami tidak mau mengorbankan kedamaian di Jawa Barat hanya untuk kekuasaan sesaat," kata Kang Hasan.

Pada kesempatan tersebut Kang Hasan juga menyampaikan beberapa data yang dinilai dapat mengganggu stabilitas kamtibmas di Jawa Barat. Data tersebut, kata dia, perlu pendalaman khususnya yang menyangkut berita bohong atau hoaks.

"Tentu dalam tahap-tahap sekarang ini kami juga ada data intelijen yang juga perlu pendalaman. Misalnya soal hoaks yang ternyata bukan dari Jawa Barat dari daerah lain. Mohon ditangani dengan baik, kami percaya," ujarnya.