Aris Kuncoro: Ini Peristiwa Luar Biasa, PWO Harus Bisa Jadi Pelopor Bina Wartawan yang Pancasilais

Ratusan Wartawan dari 27 Provinsi Deklarasi PWO Independen

Lis | Minggu, 08 April 2018 - 16:41 WIB
Ratusan Wartawan dari 27 Provinsi Deklarasi PWO Independen

BOGOR (wartamerdeka) – Ratusan wartawan media online dari berbagai Provinsi mendeklarasikan Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Independen sebagai wadah perkumpulan para wartawan online se-Indonesia. Acara digelar di Hotel Dirga Cibulan, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Minggu, 08 April 2018.

Hadir dalam deklarasi, Ketua Dewan Pembina IPJI Mayjen TNI (purn) Hendardjie Soepandji, Ketua Umum IPJI Taufiq Rachman, Ketua Umum BPANN Bunda Rika dan para perwakilan wartawan online dari seluruh Indonesia.

Wartawan senior Aris Kuncoro, yang juga salah satu pendiri PWO Independen menyebut, ini perisitiwa yang luar biasa. "Baru ini terjadi. Sebuah organisasi profesi didirikan dan dideklarasikan oleh ratusan wartawan dari 27 Provinsi di Indonesia," ujar Aris Kuncoro yang juga pemimpin redaksi media online wartamerdeka.net di lokasi deklarasi.

Menurut mantan wartawan Harian Merdeka yang akrab disapa Romo Aris, deklarasi PWO Independen ini menunjukkan bahwa organisasi baru profesi wartawan online ini mendapat dukungan luas dari wartawan berbagai daerah dan suku di Indonesia.

"Ini sekaligus untuk meneguhkan bahwa PWO Independen adalah rumah bagi wartawan online berjiwa Pancasila, yang berasal dari berbagai suku dan agama yang ada di Indonesia, dan menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan," tandas Romo Aris.

Romo Aris yang duduk di Majelis Etik PWO Independen, juga menyatakan bahwa para wartawan yang tergabung dalam PWO Independen harus selalu menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, yang disahkan Dewan Pers.

Foto: Para peserta acara deklarasi PWO Independen

Beberapa kode etik jurnalistik yang harus jadi perhatian anggota PWO, di antaranya wartawan PWO harus bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Selain itu, wartawan PWO harus menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

Wartawan PWO juga harus selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

"Wartawan PWO juga tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul," tandas Romo Aris.

Ini berarti PWO anti berita hoax.

Yang juga tak kalah penting, menurut Romo Aris, wartawan PWO tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

"Hal ini perlu ditekankan. Karena PWO bertekad untuk menegakkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Sehingga PWO diharapkan bisa menjadi pelopor pembinaan wartawan yang Pancasilais," tegas Romo Aris.

Foto: Ketua Umum PWO Independen Dra Marnala Manurung (kiri), Mayjen TNI (purn) Hendardjie Soepandji (tengah) dan Ketua Umum IPJI Taufiq Rachman yang ikut membidani lahirnya PWO.

Sementara itu, inisiator sekaligus Plt Ketua Umum PWO Independen Dra Marnala Manurung dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari deklarasi sebagai wadah berhimpunnya seluruh wartawan online di seluruh pelosok tanah air.

"Mari kita saling bergandengan tangan meningkatkan kemampun, menjalankan kode etik dan berkomitmen tidak membuat berita tidak benar sehingga dapat menimbulkan berita hoax," ujar Marnala.

Menurut Marnala, bahwa saat ini wartawan media online yang menyatakan bergabung sudah 27 Provinsi.

Selain itu kata Marnala, PWO Independen memiliki tekad untuk Mewujudkan kedaulatan Wartawan Online dalam rangka mengembangkan kehidupan Demokrasi, Keadilan, Hukum dan Hak Asasi Manusia.

"Perkumpulan Wartawan Online Independen ini sebagai organisasi wartawan Online yang memiliki tanggung jawab serta profesionalisme yang tinggi taat pada konstitusi dan setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," ujar Ketum PWO Independen.

Sementara itu, Mayjen TNI (purn) Hendardjie Soepandji dalam sambutanya mengatakan, bahwa profesi wartawan adalah profesi yang sangat mulia dan dilindungi Undang-Undang tentang Pers. 

"Saat ini informasi begitu cepat dan mau tidak mau, suka tidak suka penyebaran informasi sudah memasuki era digital native," ungkapnya.

"Saya sangat mengapresiasi kepada pencutus lahirnya PWO ini. Juga saya sangat bangga terhadap para wartawan dari berbagai Provisi yang telah hadir dalam Deklarasi PWO Independen,"  ujar Hendardjie.

Melalui deklarasi ini, ada harapan dan tanggung jawab besar bagi wartawan untuk terus meningkatkan kemampuan, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta berkomitmen terhadap berita yang dibuatnya. 

"Semoga PWO Independen dapat menjadi garda terdepan dalam menyajikan berita dan menginformasikan kepada publik dengan data dan fakta bukan berita dari yang katanya," ungkap Mayjen TNI (purn) Hendardjie Soepandji.


Baca Juga