Oknum Dishub Jakbar Lakukan Pungli Jutaan Rupiah

Badar | Kamis, 05 April 2018 - 19:00 WIB
Oknum Dishub Jakbar Lakukan Pungli Jutaan Rupiah Sopir korban pungli menunjukkan kendaraannya yang keropos

JAKARTA (wartamerdeka) - Hal yang cukup memalukan diperbuat oleh oknum dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat. Bukannya menegakkan aturan, ia malah meminta sejumlah uang untuk melepaskan angkutan barang yang melanggar aturan.

Herman (42), sopir angkutan barang mengaku menjadi korban pungli oknum petugas Sudinhub karena kendarannya dianggap tidak layak jalan. 

"Rabu (4/4) kemarin saya disetop di Jembatan Gantung (Cengkareng) oleh petugas bernama Mohammad. Alasannya kendaraan saya tidak layak jalan karena ada keropos di bagian bawah pintu," kata Herman, Kamis (5/4).  

Awalnya oknum tersebut seperti petugas yang tegas menegakkan aturan. Karena mobil Herman langsung dibawa ke Rawabuaya lokasi parkir sementara kendaraan yang melanggar.

Namun setelah dua jam di sana, Herman tidak mendapati bukti tilang ataupun surat yang menyatakan dirinya melanggar. Malahan oknum itu menyuruh Herman menelpon bosnya dan menawarkan untuk "berdamai". 

"Dia nawari berdamai tapi mintanya Rp 1,5 juta. Saya diberi batas waktu sampai jam 13.00 WIB, jika tidak mobilnya dikandangi," ucap Herman.

Akhirnya, dengan terpaksa Herman pun menelepon pihak perusahaan sebagai pemilik kendaraan. Lalu setelah disepakati pihak perusahaan, oknum petugas itu meminta uang damai tersebut agar ditransfer ke rekening atas nama Mulyana. 

"Setelah saya tunjukin bukti transfer m-banking kepada yang bersangkutan baru kendaraan kita dilepas," ujarnya. 

Saat dihubungi, Kepala Seksi Operasional Sudinhub Jakbar Hengki Sitorus mengakui adanya petugas bernama Mohammad tugas di Satpel Kecamatan Cengkareng. 

"Iya ada nama Mohammad komandan regu satpel Cengkareng. Laporkan saja kalau ada buktinya," tegasnya. 

Hengki menegaskan sudah berulang kali mengingatkan anggotanya untuk tidak melakukan pungli kepada sopir. Ia pun akan mengecek kebenaran informasi tersebut.