Kartika Putranto, Si Cantik yang Piawai Membidik Sasaran

Badar Subur | Minggu, 01 April 2018 - 17:22 WIB
Kartika Putranto, Si Cantik yang Piawai Membidik Sasaran Kartika Kusuma Wardhani atau Tika Putranto tampak sedang membidik sasaran

CANTIK dan pintar membidik sasaran. Itulah kesan pertama yang terpancar dari sosok Kartika Kusuma Wardhani, yang akrab disapa Tika, saat beraksi di Kejuaraan Menembak Bimantara team Challenge 2018, yang digelar di lapangan Tembak Senayan Jakarta, 23-24 Maret 2018, lalu.

Dan aksi Tika membidik  sasaran tembak, nyatanya tidak sia-sia. Ia berhasil  meraih posisi ketiga, di kelas Divisi Standart Ladies, yang diikutinya di kejuaraan bergengsi tersebut.
 
Tika berhasil menyisihkan puluhan pesaing di kelasnya, untuk bisa naik podium. “Pastinya senanglah bisa naik podium dan menjadi juara ketiga. Apalagi persaingan di kelas Divisi Standart Ladies cukup ketat, lantaran diikuti puluhan atlet menembak handal dari berbagai perkumpulan menembak yang ada di tanah air,” ungkapnya. 


Foto: Tika bersama sang ayah yang selalu memberikan pengarahan dan pelajaran 

Terlepas dari prestasi yang diraihnya di kejuaraan Bimantara team Challenge 2018 yang menampilkan 11 stage, Tika memang terlihat sangat lihai memainkan senjata sambil membidik target. Dalam hitungan detik, senjata di genggamannya pun meletus dan sasaran pun jebol tertembus peluru.
 

Putri Pangdam II Sriwijaya

Lantas, siapakah sebenarnya Kartika Kusuma Wardhani atau yang akrab disapa Tika? Tika adalah putri sulung dari Mayjen AM Putranto, yang kini menjabat sebagai Pangdam II/Sriwijaya.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ya, hobi menembak sang jenderal, ternyata menurun kepada putri sulungnya itu. 

Tika termasuk petembak yang punya talenta cepat karena mudah menyesuaikan beberapa materi lomba/stages yang dilombakan dan termasuk cepat. Tika mulai suka menembak sejak ayahnya membangun selesai Lapbak reaksi Prakasa Shooting Club Divif 1/Kostrad di Cilodong hampir 2 tahun silam, sejak itu dia menekuninya. 

Foto: Tika bersama ibunda yang sering mendampingi dan terus mendukung Tika dalam latihan maupun turnamen

Di samping itu, hobinya menggambar animasi pun tak dilepasnya. Tika, yang merupakan lulusan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang, memang dikenal jago menggambar animasi. Saat ini dia, malah, berprofesi sebagai freelance illustrator dan comic artist. Dan, dia telah menerbitkan karya komiknya yang memiliki genre Fantasi, berjudul ‘’FROZEN HEART” di LineWebtoon server english. 

Salah satu karya terbarunya adalah desain ilustrasi cover music album “Poldur’s Gate Project” dan membuat ilustrasi berdasarkan cerita tiap lirik dalam album lagu tersebut, yang dipesan oleh klien dari Italia secara online.Tika juga merupakan desainer “Aras Sport” yang bergerak di bidang jersey olahraga.

Foto: Salah satu gambar karya Tika Putranto

Selain menggambar, kegiatan rutin lainnya adalah berlatih menembak bersama anggota Perbakin serta mengikuti kejuaraan menembak.
 
Tak heran, jika prestasi dalam dunia menembak pun acap diraihnya. Sebelumnya, Tika juga tercatat tampil sebagai salah satu peserta dalam kejuaraan menembak, Kresna Championship Level III, tahun lalu. Di kejuaraan ini, Kartika pun berhasil tampil sebagai pemenang juara ke 3.
 

Foto: Gambar hasil karya Tika Putranto

Dorongan Sang Ayah

Meski sudah mengenal olahraga menembak sejak SMA, Namun Tika ternyata tidak langsung menekuni olahraga yang identik dengan kaum laki-laki ini. Dorongan sang ayahlah, yang terus menyemangati serta mengajaknya ke tempat latihan, yang menjadikan Tika akhirnya tertarik menjadi atlet menembak. 
 
“Ya pastinya, peran ayah besar. Beliau yang acap mendorong serta mengajak saya latihan.” ungkapnya sambil menambahkan, ia juga telah mengikuti penataran international practical shooting confederation (IPSC), yang merupakan syarat wajib bagi seorang atlet untuk menekuni olahraga tembak reaksi serta memiliki senjata olahraga.
 
Baginya, olahraga menembak bisa memacu adrenalin karena memang harus berkonsentrasi tinggi untuk membidik sasaran secara tepat."Saya menembak untuk refreshing, menghilangkan stress. Ketika menembak, pikiran akan berpengaruh pada hasil tembakan. Sehingga, jika pikiran sedang kacau, sebaiknya tidak menembak." ucap Tika, yang berharap bisa menjadi atlet nasional, sehingga bisa mewakili Indonesia di kancah menembak tingkat internasional dan dunia.


Baca Juga