Tim Hukum HARMONIS Ancam Seret Penyebar Fitnah di Medsos

TOM | Senin, 12 Maret 2018 - 21:32 WIB
Tim Hukum HARMONIS Ancam Seret Penyebar Fitnah di Medsos Pither Ponda Barany, tim hukum HARMONIS

MAMASA (wartamerdeka) -  Meski hanya dengan Kotak Kosong (Koko), konstalasi politik di tengah gonjang-ganjing Pilgub Mamasa mendatang, kian memanas. 

Sekelompok warga masyarakat Mamasa kontra paslon tunggal HARMONIS (Ramlan Badawi-Marthinus Tiranda) terus menyerang Cabup petahana Ramlan Badawi lewat Medsos.

Serangan mendiskreditkan itu dilancarkan melalui group komunitas di Facebook, seperti Group Mamasa Community dan lainnya. Caranya dengan menyebar kebobrokan dari kinerja Ramlan selama ia menjabat bupati yang lalu.

Mereka memposting berbagai kondisi desa dan kecamatan di Mamasa yang belum tersentuh pembangunan sejauh ini.

Selain itu, kelompok pro kotak kosong tersebut menyebar issu miring yang menyesatkan masyarakat. Ketidakberadaan Ramlan di Mamasa selama 4 hari dimanfaatkan lawan politiknya menyebarkan fitnah politik. Ia dikabarkan ditahan KPK. Juga diopname karena beban stress.

Black campaign dengan issu-issu politik menjatuhkan ini, memancing reaksi keras Tim Hukum HARMONIS.

Melalui Pither Ponda Barany, tim hukum ini mengecam keras tindakan penyebaran fitnah tersebut. "Ini sudah mulai tidak sehat dan mengarah pada fitnah. Juga pembohongan publik yang sangat masif," tandas Pither kepada awak media, via ponsel, malam ini (Senin, 12/3).

Pither mengingatkan dan me-warning bagi penyebar fitnah dan hasutan kebencian.

"Jangan memanfaatkan salah kesabaran dan rendah hati pasangan Harmonis. Kami harap segera hentikan fitnah-fitnah dan penyebaran kebencian sebelum kami seret para pelaku ke ranah hukum," ketusnya antusias.