Dipenuhi Tanaman Hidroponik, Rumah Serda Basirun Dapat Perhatian Masyarakat

Badar | Sabtu, 10 Maret 2018 - 18:52 WIB
Dipenuhi Tanaman Hidroponik, Rumah Serda Basirun Dapat Perhatian Masyarakat

JAKARTA (wartamerdeka) - Dipenuhi tanaman sayuran dari hidroponik, rumah Sersan Dua (Serda) Basirun di Komplek Rindam Jaya, RT 03/05, Condet, Jakarta Timur, mendapat perhatian masyarakat, Sabtu (10/3/2018).

"Berbagai jenis sayuran daun seperti sawi, pakcoi, seledri, kangkung, dan bayam, tumbuh subur di halaman rumah yang berada di Kompleks Rindam Jaya. Ya, banyak orang yang lewat, tak sedikit orang berhenti, untuk bertanya bagaimana cara membuatnya," ujar Serda Basirun.

Model pertanian hidroponik bervariasi, seperti model menggenang dengan hanya menggunakan botol-botol bekas dan styrofoam yang disebut metode wig atau sumbu. 

Lalu ada metode rakit apung, dimana styrofoam dilubangi, dan diapungkan di dalam kolam, Kemdian yang lebih kompleks ada metode Deep Flow Tehnique (DFT), dengan meletakkan akar tanaman pada lapisan air ke dalaman antara 4-6 cm.   

Metode lainnya adalah Nutrient Film Technique (NFT), dimana medium berupa kemiringan sekitar 5 derajat dengan aliran air yang tipis. Ada juga metode Dutch Bucket, yang khusus untuk tanaman buah seperti lombok, tomat, dan terong. ungkap Bintara TNI AD yang berdinas di Rindam Jaya, yang juga dikenal sebagai Imam Masjid At Taqwa Rindam Jaya.

Serda Basirun mengungkapkan tentang penyemaian bibit, menggunakan bahan yang disebut rockwool yang bisa dibeli di toko tani dan dapat juga melalui online. atau media lainnya seperti sekam bakar, sabuk kelapa, dan bahan-bahan lain yang sifatnya lembab. 

Menurut Basirun, ternyata bahan lokal hasil sayurannya lebih bagus, dan lebih segar. Sementara untuk masa tumbuh tanaman, cukup bervariasi, seperti Sawi atau Selada misalnya, dalam 24 jam sudah berkecambah. Setelah 7-10 hari biasanya sudah siap tanam. Tanaman hasil semaian ini kemudian ditempatkan di wadah tanaman yang disebut netpot.

Untuk nutrisi ini sendiri, tambahnya, pada dasarnya tanaman membutuhkan dua unsur, yaitu unsur makro yang disebut NPK, dan unsur mikro, yaitu unsur tertentu yang harus dimiliki tanaman dalam jumlah sedikit, dan harus ada, seperti natrium, boron dan unsur-unsur lainnya.

“Kedua unsur ini kemudian diracik dalam satu ramuan yang kemudian disebut AB Mix. A untuk makro, dan B untuk mikronya, yang dilarutkan ke dalam air untuk sumber makanan bagi tanaman,” pungkasnya.