Alamak.. Pagar DPRD Sumut Roboh Digoyang Massa GMKI

Ones | Jumat, 09 Maret 2018 - 20:41 WIB
Alamak.. Pagar DPRD Sumut Roboh Digoyang Massa GMKI

MEDAN (wartamerdeka) - Penolakan terhadap revisi UU MD3 terus meluas.  Di Sumut, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Medan juga melakukan unjuk rasa menolak revisi UU MD3, dengan menggeruduk gedung DPRD Sumut, Jumat (9/3/2018).


Revisi Undang-Undang No.17 Tahun 2014 tentang MPR,  DPR,  DPRD dan DPD (MD3), itu ditolak,  menyangkut  isi pasalnya yang menyatakan, pemanggilan terhadap anggota DPR harus mendapat persetujuan tertulis dari Presiden setelah mendapat pertimbangan dari Mahkamah Kehormatan Dewan (pasal 245).

Pasal lain yang diprotes adalah, DPR memiliki hak memanggil paksa setiap orang (pasal 73), DPR dapat mengambil langkah hukum untuk setiap orang yang dianggap merendahkan kehormatan DPR (pasal 122 huruf k), dan beberapa penambahan pimpinan MPR.  

Revisi ini menuai protes,  karena beberapa pihak  menganggap DPR 
akan sewenang-wenang memanggil siapa saja yang dianggap menghina lembaga legislatif tersebut. 

Para pendemo dari GMNI tersebut, ketika itu minta masuk dan supaya dijumpai anggota DPRD Sumut.  Karena Anggota DPRD SU belum juga datang menjumpai mereka, makamereka pun kecewa dan kesal.

Pengujuk rasa pun menggoyang-goyang pagar Gedung DPRD Dumut dengan emosi, mereka merobohkan pagar gedung DPRD Sumut di jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat pagi (9/3/2018).

“DPRD Sumut pengecut, kenapa kalian tidak mau menjumpai kami, kami ini rakyat,” seru massa.

Mereka terus menendang dan menggoyang pagar kantor DPRD Sumut secara bergantian. Akhirnya pagar roboh, massa kemudian berbondong-bondong masuk ke halaman kantor DPRD Sumut.

“Beginilah kalau rakyat sudah marah, kita hari ini mengulang masa reformasi 98 saat seluruh mahasiswa menduduki DPR RI,” cetus salah seorang massa GMKI.