Kejaksaan Jakbar Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi RSUD Cengkareng

Badar | Rabu, 07 Maret 2018 - 17:39 WIB
Kejaksaan Jakbar Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi RSUD Cengkareng Kasie Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Bagat Teguh Ananto

JAKARTA (wartamerdeka) - Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan mark up angggaran pengadaan alat kesehatan RSUD Cengkareng. Dua orang tersangka adalah pengawas RSUD sedangkan satu orang dari mitra.

Ketiga orang tersebut adalah Dwiyani Mahastuti selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Anita Apulia sebagai pembuat Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Mereka yang menyusun dan diduga melakukan mark up.

Selanjutnya, Fajar Salomo Hutapea sebagai mitra atau Direktur PT Hutama Sejahtera Radofa. Perusahaan dia yang memenangkan tender untun pengadaan alat kesehatan itu.

“Saat ini kasus sudah masuk ke penyidikan. Ada tiga orang tersangka, tidak ditahan,” ucap Kasie Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Bagat Teguh Ananto kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Rabu (7/3/2018).

 Mereka diduga terlibat kasus korupsi pengadaan 13 item alat kesehatan pada anggaran tahun 2014. Nilai kontrak pengadaan alat ini sebesar Rp 10,8 miliar.

 “Untuk nilai pagu sebesar Rp 15 miliar. HPS sebesar Rp 12,6 miliar. Dan nilai kontrak Rp 10,8 miliar. Untuk kerugian, masih dihitung oleh BPKP Provinsi DKI Jakarta,” kata Teguh. 

Penyidik dari Kejakaaan Negeri Jakarta Barat masih terus mengembangkan kasus ini. “Kasus ini masih dikembangkan. Apakah nanti akan ada tersangka baru atau tidak masih diselidiki," katanya.