Apakah Pengaruh AS Semakin Hilang di Irak ?

Ar | Minggu, 04 Maret 2018 - 10:34 WIB
Apakah Pengaruh AS Semakin Hilang di Irak ?

Oleh Dasman Djamaluddin

Irak sekarang semakin sulit menentukan kemandirian sebagai negara merdeka dan berdaulat penuh.

Setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Irak, dan berhasil menggulingkan pemerintahan Presiden sah Irak Saddam Hussein, kekacauan dan ledakan bom mobil sering terjadi hingga hari ini.

Ditambah dengan munculnya Negara Islam di Irak, semakin menambah rumitnya untuk memecahkan masalah di wilayah itu. Apalagi pasukan AS ikut memerangi pasukan Islam itu, meski sudah sama-sama diketahui bahwa pasukan itu awalnya dibentuk AS (Presiden Barack Obama).

Masalah yang muncul di Irak sekarang ini adalah bagaimana mencari dana membantu negara 1001 malam itu. Selain itu bagaimana menghadapi keinginan AS untuk kembali ke Irak membangun pangkalan militer tetap, yang nantinya bisa menyulut pertikaian baru setelah di masa Presiden AS Barack Obama menarik pasukan AS dari Irak.

Usaha AS ini kelihatannya tidak terwujud setelah Irak menolaknya. 

“Baghdad menolak bangunan pangkalan militer AS, " ujar juru bicara Irak Ibrahim Jaafari usai mengakhiri kunjungannya ke Rusia, Jumat pekan lalu. 

Kedaulatan Irak adalah garis merah kita, tegas Jaafari. Dia menegaskan kehadiran pangkalan militer AS di Pangkalan Militer Korea Selatan, Turki, Jepang yang berakhir setelah Perang Dunia II, tetapi kekerasan tidak pernah berakhir.
 
Menurut data pemerintah AS, sekitar 9.000 pasukan AS masih di Irak. Tahun 2003, AS menginvasi Irak, di sinilah dimulainya kehancuran Irak. Saya ke Irak pada bulan September 2014, di sinilah saya dengan nyata melihat masih adanya puing-puing kehancuran Irak yang tersebar di sana sini. Berbeda ketika saya ke Irak pertama kali di bulan Desember 1992.

Invasi ke Irak tahun 2003 menimbulkan kekeliriuan.  Presiden sah Saddam Hussein, yang kemudian digantung, membuat mantan Perdana Menteri Inggeris, Tony Blair minta maaf, karena senjata pemusnah massal yang diduga dimiliki Saddam Hussein, tidak ditemukan.

Benar bahwa  Presiden Barack Obama telah menarik pasukan AS dari Irak tahun 2011, mengakhiri invasi telah berlalu, tetapi tetap saja penderitaan rakyat Irak tidak pernah berakhir.

Itu sebabnya kenapa Pakta Pertahanan Atlantik Utara ( NATO) menyetujui permintaan AS mendirikan pangkalan militer, tetapi pemerintah Irak telah menjawab, "tidak."

Kehadiran wakil Irak di Moskow,  Selasa lalu dan akan mempertimbangkan membeli rudal  membeli sistem pertahanan rudal  S-400 menunjukan keberhasilan Rusia menarik Irak ke pihaknya, sekaligus menjual senjata.