BPJS Ketenagakerjaan Kembangkan Jaminan Sosial, Gandeng Pendeta

Dar/HL | Minggu, 04 Maret 2018 - 08:45 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Kembangkan Jaminan Sosial, Gandeng Pendeta

JAKARTA (wartamerdeka) - Potensi dalam memberi jaminan sosial kepada seluruh masyarakat pekerja formal, dan non formal termasuk para pendeta, serta umat kristianai di gereja gereja yang ada di wilayah DKI Jakarta, terus dikembangkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) Ketenagakerjaan, cabang Grogol Jakarta Barat.

Pengembangan itu pertama kali dilakukan bersamaan dengan acara memperingati Injil masuk Maluku bersama yayasan monumen API Injil Mollukas di Kampus Ungu IBM ASMI Jalan Pacuan kuda No 1-5, Pulo Mas Jakarta Timur, Sabtu (3/3/2018).

Dirangkulnya jamaat pendeta, dan para pengurus gereja oleh BPJS Ketenagakerjaan yang ada di DKI Jakarta. disambut baik oleh Dirjen Bimas Kristen indonesia Prof. Dr Thomas Penturi M.si.

Thomas Penturi mengatakan,  hal ini sangat baik, karena negara sudah hadir untuk memberikan jaminan keselamatan pada para pengurus gereja.

"Kita sebagai pekerja mempunyai resiko yang sangat tinggi baik itu pekerja Formal atau pun Non Formal untuk ikut serta mendukung program pemerintah, dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

Dirinya berharap, program ini terus berkembang di masyarakat, di gereja gereja, dan bisa merangkul semua Jamaat umatnya untuk menjadi peserta, dan mendukung program pemerintah dalam memberikan pelayanan jaminan ketenagakerjaan.

"Para pendeta/pegurus Gereja harus bisa lebih proaktif, dalam menjalani program BPJS Ketenagakerjaan yang sangat baik ini, dan gereja juga bisa menjadi sarana untuk membantu mensosialisasikan program BPJSTK Ini, karena masih banyak masyarakat Jemaat yang belum mengetahui hal ini," pungkasnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Grogol Jakarta Barat Andrey J Tuamelly menyampaikan terimakasih kepada para Pendeta yang ada di wilayah DKI Jakarta, dan terimakasih atas dukungan Dirjen Bimas Kristen indonesia untuk membantu, dan membuka ruang kepada seluruh jamaat untuk menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.

"BPJSTK Ini badan hukum publik, dan pemerintah telah menargetkan pada 2019, seluruh masyarakat sudah mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegasnya.

Lebih lanjut Andrey menambahkan, semoga masyarakat kita di indonesia ini tidak terkotak kotak, dan tidak terpetak petak. Dengan hadirnya Dirjen Bimas Kristen untuk mendukung, dan menyuarakan kepada seluruh pendeta di wilayah jabodetabek dan Indoneaia, maka seluruh masyarakat dan keluarga akan mendapat jaminan kesejateran, dan bisa menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. 

Sementara itu Pendeta Dr Jakop Hattu Mth. selaku Direktur Sekolah Tinggi Theologia anggota Zion Jakarta. yang juga ketua yayasan monumn API Injil Maluku menambahkan, dirinya sangat mendukung program pemerintah dalam mensejaterakan masyarakatnya melalui BPJS Ketenagakerjaan.

"Jemaat harus mendukung program yang baik ini, melalui program jaminan sosial ini, kami para pendeta akan nenghadirkan surga ke dunia, karena untuk mensejaterakan masyarakat. Kami akan sampaikan di setiap gereja yang ada di wilayah Jabodetabek," tutupnya.