Rusia Luncurkan Senjata Baru. Perlombaan Senjata Dimulai Lagi ?

Ar | Sabtu, 03 Maret 2018 - 11:31 WIB
Rusia Luncurkan Senjata Baru. Perlombaan Senjata Dimulai Lagi ?

Oleh Dasman Djamaluddin

Foto yang diambil Reuters di atas menunjukkan bahwa Rusia telah mengembangkan jajaran senjata nuklir baru yang tak tertandingi. Itu kata Presiden Vladimir Putin dalam pidato tahunannya.

Senjata baru yang disebutkannya antara lain rudal jelajah yang katanya bisa "mencapai titik manapun di dunia.

Sepertinya perlombaan senjata di dunia dimulai lagi. Jika masa lalu hanya melibatkan dua negara, Amerika Serikat dan Uni Soviet (Rusia), sekarang ditambah dengan China.

China dan Amerika Serikat juga sedang mengembangkan sistem mereka sendiri yang serupa dengan itu.

Tentang pesawat tempur, Rusia paling canggih. Pesawat Su-57, yang merupakan pesawat tempur 'siluman,' dikirim ke Suriah, meskipun sekadar untuk ujicoba.

Putin juga membahas tentang operasi militer Rusia di Suriah - yang mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang menumpas pemberontak - yang, katanya, menunjukkan peningkatan kemampuan pertahanan Rusia.

Jika benar usaha perlombaan senjata ini dimulai lagi, terutama dilakukan AS dan Rusia di Suriah, usaha yang dilakukan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam rangka mendamaikan pihak-pihak bersengketa di Afghanistan sudah tentu sangat berpengaruh. Kita menyaksikan hampir di setiap negara sedang bersengketa melibatkan kekuatan AS, Rusia maupun China.

Belum lagi berbicara konflik di dalam negeri mereka sendiri. Inilah dasar utama mengapa Indonesia berani mengajukan diri sebagai juru damai, karena berpengalaman dalam merajut perdamaian di Aceh dan Ambon.

Apakah usaha damai tidak pernah dilakukan di Afghanistan? Di dalam Tajuk Rencana, "Kompas," disebutkan bahwa usaha menciptakan perdamaian di Afghanistan, sudah lama diusahakan. Berbagai usaha telah lama dilakukan, misalnya perlucutan senjata, demobilisasi, dan reintegrasi (2003-2006) dan Program Awal Baru Afghanistan dukungan PBB tahun 2005, pun telah dilakukan.

Di pihak lain Pemerintah Afghanistan di tahun 2005 telah pula meluncurkan program yang disebut Memperkuat Program Perdamain, pun usaha ini dianggap kurang memuaskan, hingga munculnya Indonesia sebagai juru damai.

Kembali ke permasalahan dimulainya kembali perlombaan senjata yang mulai ditunjukkan dalam perang Suriah hingga kini, kita masih harap-harap cemas usaha damai bisa tercipta di berbagai kawasan.