Pakistan dan Usaha Indonesia Damaikan Situasi di Afghanistan

Ar | Kamis, 01 Maret 2018 - 09:12 WIB
Pakistan dan Usaha Indonesia Damaikan Situasi di Afghanistan Wapres Jusuf Kalla kunjungi Kabul, Afghanistan

Oleh Dasman Djamaluddin

Pakistan yang menjadi tetangga Afghanistan, sepertinya tidak ada kaitannya dengan situasi dalam negeri Afghanistan. Tetapi karena Pakistan terlibat secara tidak langsung, maka negara pecahan India itu menjadi sangat penting, jika berbicara upaya damai di Afghanistan secara menyeluruh. Apalagi jika hal itu dikaitkan dengan sengketa wilayah Kashmir antara Pakistan dan India. Tetapi masalah itu tidak diulas di sini.

Juga tidak diulas tentang  masuknya dan ditariknya pasukan Rusia (dulu Uni Soviet) dari Afghanistan pada 15 Februari 1980. Hanya dibatasi sejak serangan Amerika Serikat (AS) ke negara itu pada 2001. 

Saat itu, AS menyerang dengan menuding bahwa rezim Taliban yang berkuasa di Afghanistan menyembunyikan Osama bin Ladin, pimpinan kelompok  Al-Qaeda. Osama dituding AS sebagai dalang serangan 9 September 2001 ke sejumlah lokasi di AS.

AS akhirnya berhasil menggulingkan Taliban dan menaikkan pimpinan baru di Afghanistan yang terpilih secara demokratis. Kendati demikian, Taliban belum menyerah dan terus melakukan perlawanan serta melancarkan serangan yang sejauh ini telah merenggut ratusan korban. Taliban sementara ini lebih sering beroperasi di wilayah yang berbatasan dengan Pakistan. Ini juga masalah untuk Pakistan.

Pakistan baru-baru ini pun terlibat secara tidak langsung dalam konflik di Yaman. Menurut sumber Iran, Pakistan telah mengirim 1000 pasukan ke Arab Saudi untuk membantu perang di Yaman. Oleh karena itu, Pakistan harus diikutkan dalam perundingan damai.

Sebagaimana diketahui, Wakil Presiden melawat ke Afghanistan dari 27 Februari-1 Maret 2018. Jusuf Kalla bertolak ke Afghanistan untuk memenuhi undangan HPC. Dalam undangan tersebut, Jusuf Kalla diminta membagi pengalamannya dalam menyelesaikan sejumlah konflik yang pernah  terjadi di Indonesia, seperti konflik Aceh, Poso, dan Ambon.

Upaya rekonsiliasi nasional terus dilakukan untuk menuju perdamaian di Afghanistan. Hal tersebut menjadi salah satu isi pertemuan penting antara Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di Istana Haram Sarai, Kabul.

Kedatangan Wapres Jusuf Kalla ke Kabul menindaklanjuti pembicaraan Presiden Joko Widodo saat ke Kabul akhir Januari lalu. Saat itu, Indonesia menyatakan kesediaannya memfasilitasi upaya rekonsiliasi negara yang terdiri atas berbagai suku itu.

Wapres mengatakan, sebagai langkah awal, yang pertama akan dilakukan adalah akan dilaksanakan pertemuan tripartit ulama. "Pertemuan tripartit ulama Indonesia, Afghanistan dan Pakistan akan dilakukan untuk membahas perdamaian di Afghanistan. Pertemuan itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Indonesia," ujar Kalla.

Kedatangan Jusuf Kalla memberi harapan baru akan upaya menuju perdamaian di negara tersebut. JK melakukan pertemuan tete a tete dengan Chairman High Peace Council (HPC) Mohammad Karim Khalili di Istana Haram Sarai.