Hasil Kajian Sementara Kementerian PU Terhadap Gedung Baru DPR

Ar | Sabtu, 04 November 2017 - 16:09 WIB
Hasil Kajian Sementara Kementerian PU Terhadap Gedung Baru DPR Gedung DPR RI

Oleh : Danis Hidayat Sumadilaga

(Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)

 

Kementerian PUPR segera merampungkan hasil kajiannya terkait rencana pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat (gedung baru DPR). 

Dari kesimpulan awal, Kementerian PU tidak menemukan masalah dari aspek keamanan namun memberikan sejumlah catatan terkait keselamatan dan kenyamanan.

Kementerian PUPR  sudah selesai mengecek, mengukur dan mengumpulkan sampel material dari gedung Nusantrara I DPR RI. Saat ini tim dari Kementerian PU sedang mengolah data tersebut. Minggu depan sudah selesai mengolah datanya, tinggal dialihkan. 

Dari kesimpulan awal, tidak ada yang salah dari gedung yang memiliki 24 lantai itu bila dilihat dari aspek keamanan. Konstruksi gedung yang disebut-sebut miring tidak ditemukan. 

Namun, seperti dikutip tempo, jika menilik aspek keselamatan, Kementerian PUPR menemukan ada sejumlah fasilitas yang tidak memenuhi persyaratan. Seperti lift yang kurang memenuhi persyaratan, ada yang rusak, lalu tangga darurat yang penuh dengan barang barang. 

Bila kondisi ini dibiarkan, maka akan membahayakan penghuni di dalamnya andai sewaktu-waktu terjadi bencana. Terlebih jumlah pengunjung DPR RI perhari mencapai lebih dari 4 ribu orang. Kami simulasikan kalau jumlah 4 ribu orang itu, lalu kalau misal terjadi kebakaran bagaimana?” 

Begitupun soal kenyamanan. Gedung DPR RI dinilai melebihi kapasitasnya. Bahkan luas ruang kerja anggota DPR jauh dari standar minimal yang ditentukan. Jadi sangat tidak nyaman.

Kementerian PUPR akan menindaklanjuti temuan ini dan membahasnya bersama sejumlah pakar sebelum memutuskan apakah perlu gedung baru DPR atau cukup renovasi saja.

Harus saya itung berapa-berapanya ini. Kalaupun misal direnovasi, apakah akan menambah luas. Ini masih laporan pendahuluan.