Senat Universitas Mpu Tantular Sahkan Implementasi Penjaminan Mutu Internal

DANS | Rabu, 28 Februari 2018 - 08:47 WIB
Senat Universitas Mpu Tantular Sahkan Implementasi Penjaminan Mutu Internal Foto (ki-ka): Budi P. Sinambela, BBA, Dr. Sarton Sinambela, MM dan Dr. Ir. Mangasi Panjaitan, ME

JAKARTA (wartamerdeka) - Rapat Pleno Senat Universitas Mpu Tantular (UMT) mensahkan implementasi Penjaminan Mutu Pendidikan melalui penetapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam proses penyelenggaraan pendidikannya.

Rapat Pleno Senat UMT tersebut berlangsung selama dua hari, dari tanggal 22-24 Februari 2018, di Rizen Kedaton Resort, Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat.

Sebanyak 24 orang rombongan Senat yang terdiri dari Yayasan, Rektor, Wakil-wakil Rektor, Dekan Fakultas, Ketua Program Studi, Kepala LPPM, Perwakilan Dosen Tetap dan Panitia, mengikuti acara demi acara hingga selesai. 

Rapat Senat dipimpin oleh Ketuanya Dr. Sarton Sinambela, MM, yang juga adalah Dekan Fakultas Ekonomi, didampingi Rektor, Dr. Ir. Mangasi Panjaitan, ME. Sedangkan moderator persidangan adalah Sekretaris Senat, Bambang Rismadi, M.Si. Ak., CA, yang sehari-harinya adalah Wakil Rektor I Bidang Akademik.

Pada rapat hari pertama, para peserta memaparkan hasil-hasil Rapat Komisi I, II dan III, yang telah digodok dalam beberapa kali rapat pembahasan sebelumnya di kampus. Selanjutnya, Rapat Pleno pada hari kedua, dilakukan pembahasan kembali, penyempurnaan dan pengambilan keputusan tentang Sistem Pengendalian Mutu Internal, dengan ketuk palu oleh Ketua Senat.

Foto: Suasana Rapat Pleno Senat Universitas Mpu Tantular

Ditetapkannya kebijakan SPMI ini berlandaskan Permenristekdikti No 62 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Sedangkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan .

Adapun SPMI dilakukan untuk mencapai Standar Nasional, sebagai implementasi dari Permeristekdikti No 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Sementara Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang pembelajaran pada jenjang pendidikan tinggi di perguruan tinggi di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sedangkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi adalah satuan standar yang meliputi Standar Nasional Pendidikan, ditambah dengan Standar Nasional Penelitian, dan Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat. Ada 24 standar minimal yang ditetapkan sesuai Standar Nasional Dikti, yang harus dilaksanakan setiap perguruan tinggi.

Sementara itu, Sekretaris Senat, Bambang Rismadi mengatakan, setelah SPMI ditetapkan Senat, maka dokumen SPMI diserahkan kepada Rektor. Selanjutnya, Rektor dan jajarannya menjalankan pelaksanaan SPMI tersebut, di seluruh lini manajemen.

Tujuannya adalah, agar Universitas Mpu Tantular dapat membudayakan sistem manajemen mutu pendidikannya, yang diharapkan dapat memberi dampak signifikan terhadap perbaikan proses pengelolaan perguruan tinggi. Sehingga outcome-nya dapat memberi implikasi terhadap peningkatan Akreditasi Perguruan Tinggi atau APT, maupun Akreditasi Program Studi atau APS, ujar Bambang saat dijumpai media di kampus UMT Cipinang Besar, Jakarta Timur, Selasa (27/02/2018).

Dikatakan Bambang, langkah-langkah yang akan dilakukan Rektorat selanjutnya adalah mendorong seluruh Fakultas dan Program Studi, untuk dapat menyesuaikan Visi, Misi dan Tujuan Program Studi yang mengacu pada Visi-Misi Universitas.

Program Studi harus menyusun kurikulum berdasarkan Visi-Misi Universitas, untuk mewujudkan kompetensi lulusan yang diharapkan, yaitu kompetensi umum dan khusus. Tentu, kompetensi lulusan juga sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau KKNI, bebernya.

Ditanya bagaimana tanggapan Rektor Mangasi Panjaitan, Bambang mengatakan, dalam sambutan sebelum penyerahan dokumen SPMI, Rektor sangat yakin dapat melaksanakan keputusan Senat, dengan harapan adanya ketulusan dan kesungguhan dari seluruh jajaran, untuk mencapai peningkatan yang signifikan.

Demikian juga sambutan Ketua Yayasan Budi Murni Jakarta (BMJ) yang menaungi Universitas Mpu Tantular, Budi P. Sinambela, lanjut Bambang, sangat berharap, bahwa upaya peningkatan mutu yang lebih baik, akan menghasilkan outcome yang akan berdaya saing Nasional, bahkan Internasional.  

Diketahui, pihak yang wajib menerapkan kebijakan SPMI Penerapan kebijakan SPMI dilakukan pada semua sivitas akademika di lingkungan UMT meliputi : (1). Rektorat, (2). Senat, (3). Satuan Pengawas Internal, (4). Biro-biro, (5). Unit Pelaksana Teknis, (6). Lembaga, (7). Fakultas dan Program Pascasarjana, (8). Program Studi, (9). Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa, (10). Unit-unit pendukung pelaksanaan PBM.

Sementara itu, Universitas Mpu Tantular, Jakarta yang berdiri tahun 1984 dan telah mendeklarasikan diri sebagai Kampus Bhinneka Tunggal Ika ini memiliki 7 (tujuh) fakultas yaitu: Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan, Fakultas Maritim, Fakultas Teknologi dan Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Ilmu Komunikasi, serta Program Pascasarjana (Prodi Manajemen dan Ilmu Hukum). Sedangkan dari tujuh Fakultas itu, mengelola 14 Program Studi.