Pangdam II/ Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto Satukan Hobi Dengan Tugas

Badar Subur | Selasa, 20 Februari 2018 - 07:59 WIB
Pangdam II/ Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto Satukan Hobi Dengan Tugas Berseragam PDL Pangdam II/Swj didampingi Ketua Persit Kodam II/Swj menyusuri jalan menuju Lokasi baksos

Dikenal sebagai jenderal penghobi berat Offroad, Pangdam II/ Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto,  menjadikan hobinya itu, sebagai pendukung tugas-tugasnya dalam menyambangi dan berbuat untuk mengatasi kesulitan rakyat, khususnya di wilayah-wilayah pelosok dan sulit dijangkau oleh kendaraan biasa.

OFFROAD, dapat dimasukkan kedalam salah satu jenis olah raga ekstrim. Pasalnya, selain menantang dan berbahaya, Mobil 4x4 tersebut juga bisa membawa penggilanya mengenal sekaligus menaklukkan keganasan alam. Bagi anda yang tidak menggemari olah raga ekstrim ini pasti akan bertanya-tanya. Kalau memang berbahaya, lalu kenapa Offroad bisa begitu disukai ?

Ternyata, bahaya dan tantangan inilah yang ternyata menjadi sensasi tersendiri bagi para Offroader, sebutan untuk pelaku olahraga ini. Dengan kata lain, para Offroader akan merasa puas dan bahagia, jika mereka  berhasil menaklukkan bahaya atau medan menantang yang terhampar dihadapan mereka.
 
Anda masih tidak percaya juga ?. Tanya saja pada Pangdam II/ Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto, S.Sos yang memang dikenal sebagai jenderal penghobi berat Offroad. “Ya, saya memang penghobi berat olahraga Offroad,” ujar jenderal TNI berbintang 2 tersebut. “Dan setiap Offroader pasti punya kepuasan sendiri, jika berhasil menaklukkan medan menantang yang mereka hadapi,” imbuhnya.


 Foto: Rombongan tim Offroad yang dipimpin Pangdam Sriwijaya saat menjangkau titik lokasi baksos

Dan satu hal lagi, ungkap Putra Jawa Timur Kelahiran Jember 26 Februari 1964 ini, ternyata hobinya menekuni olahraga Offraod sangat mendukung tugas-tugasnya selaku Pangdam II/Sriwijaya. Utamanya saat harus melakukan kunjungan kerja atau kegiatan bakti sosial di pelosok-pelosok desa, yang aksesnya masih sulit ditembus. 
 
“Dengan dukungan rekan-rekan dari komunitas 4x4, saya pun dapat melakukan kunjungan atau bakti sosial, sampai jauh ke pelosok desa, dan pedalaman,” jelasnya sambil tersenyum.               
 
Salah satu contoh kegiatan Kodam II/Sriwijaya ke wilayah pelosok yang didukung sepenuhnya oleh rekan-rekan Offroader adalah, saat menyasar Desa Kerung, di Kabupaten Lahat. Lokasi Baksos yang sulit dijangkau, ternyata tidak menjadi halangan berkat keberadaan para Offrader, yang mampu menaklukkan medan yang cukup sulit. 
 
“Bukan tanpa alasan, jika Desa Kerung kami jadikan lokasi Baksos pembuatan 2 unit sumur bor. Sekadar mengingatkan, pada tahun 2015 lalu, desa ini pernah mengalami krisis air yang parah, sehingga sempat memantik konflik antar warga, lantaran berebut air bersih,” ungkap suami dari Aria Prasetya dan ayah dari 2 putri ini. 

Foto: Kedatangan Tim Disambut hangat oleh warga pedalaman 

“Saya bangga melakukan kegiatan bersama anggota komunitas 4x4, karena tidak perlu pikirkan status. Semua mempunyai kesempatan yang sama, dalam melakukan hal hal yang positif. Hikmahnya dalam kehidupan ini saling membantu, dan saling menghargai,” tambahnya.

Dijelaskannya pula, Kodam II/Sriwijaya adalah wilayah yang paling luas, diantara Kodam lainya, yang memiliki 5 Korem yang terbagi dalam 5 Propinsi dan tidak semua wilayah bisa dijangkau oleh mobil dinas biasa. Kendala ini teratasi, dengan merangkul para Offroader, maupun kawan kawan dari Perbakin, termasuk Pemda maupun Polri untuk saling bahu membahu memberikan dukungan, dan pelayanan kepada masyarakat yang tinggal jauh di pelosok wilayah. 
 
“Sambil menyalurkan hobi, sekaligus juga bisa menjalankan tugas-tugas utama sebagai anggota TNI dalam membantu masyarakat,” tandas penggagas dan pendiri JFO Driving Skill Area, di Jasdam II/Sriwijaya KM 9 Palembang Prov. Sumsrl, yang juga instruktur bersertifikat IOF tersebut. 
 
Di luar kegiatan Baksos, jajaran Kodam II/Sriwjaya juga aktif memberikan bantuan kesehatan dan pengobatan, diantaranya memberikan bantuan operasi jantung bocor terhadap Melisa yang berusia 11 tahun dari Curug Prov  Bengkulu, operasi jantung bocor terhadap Kiswah usia 5 bulan dari Pangkalpinang Prov. Bangka Belitung, operasi tulang hidung bocor (Meningoencephalocele) terhadap Bambang Irawan (17 th) dari Ogan Komering Ilir (OKI), maupun bantuan-bantuan lainnya yang ditujukan kepada warga kurang mampu.
 
“Tentunya, semua kegiatan positif itu kita lakukan dengan ketulusan hati para prajurit Kodam II/Sriwijaya, yang berada di lapangan, baik Danrem, Dandim, Danramil serta para Babinsa,” tandas alumni Akabri 1987 yang pernah menjabat sebagai Danbrigif Linud 18/2/Kostrad di Jabung Malang, Danmentar Akmil di Magelang, Danrem 061/Suryakancana di Bogor, Komandan PMPP TNI di Sentul Bogor dan Pangdivif-1/Kostrad di Cilodong tersebut.