Karir Roro Fitria Tersandung Kasus Sabu

Fer/Badar | Kamis, 15 Februari 2018 - 16:59 WIB
Karir Roro Fitria Tersandung Kasus Sabu Artis Roro Fitria ditahan, terkait narkoba

JAKARTA (wartamerdeka) - Tak ada yang tahu pasti gimana akhir cerita perjalanan hidup seseorang. Begitupun Roro Fitria. Pernah aktif dan duta peduli terhadap kegiatan sosial dan anti narkoba, Roro justru kesandung kasus narkoba yang sering dikampanyekan selama ini

Wanita bertubuh seksi kelahiran Yogyakarta ini tak bisa mengelak dari hukum saat ditangkap polisi di rumahnya di Patio Regency, Ragunan, Jakarta Selatan pada Rabu (14/2/2018) bertepatan dengan hari Valentine. Roro ditangkap setelah polisi menangkap temannya, Wawan Hartawan, seorang fotografer di jalan Hayam Wuruk dekat sebuah showroom, Jakarta Pusat.

Roro kini mendekam dalam beberapa hari kedepan di rumah tahanan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Wanita berusia 30 tahun dengan kekayaan Rp750 miliar itu diketahui memesan sabu menggunakan jasa tersangka Wawan Hartawan, temannya yang berprofesi fotografer.

Foto: Barang bukti berupa sabu milik Roro Fitria diperlihatkan polisi

"Dia baru kali ini (memesan). Tapi dia pernah menggunakan dua kali," jelas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (15/2/2018).

Kasubdit I Ditnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menambahkan, penangkapan Roro Fitria dilakukan setelah pihaknya mendapatkan info dari masyarakat berkaitan transaksi narkoba dan sabu. "Info itu kita dalami dan lakukan penyelidikan, ternyata benar, di jalan Hayam Wuruk, di samping sebuah showroom, kita menangkap pria berinisial WH sebagaimana ciri-ciri info yang kita dapat," ujar Calvijn.

Dari penangkapan Wawan Hartawan polisi menemukan dua klip sabu yang ditempatkan pada bungkus rokok. "Jadi tsk WH ini kedapatan ada 2 klip narkoba jenis sabu. Setelah ditangkap kita selidiki, ternyata barang itu dari YK yang saat ini masih buron," ujarnya.

Dari pengakuan WH diketahui barang bukti itu ternyata pesanan artis Roro Fitria alias RF. "Jadi RF menghubungi WH untuk mencarikan narkotika jenis sabu. Jadi WH ini pun sempat berhubungan keluar Jakarta, dari luar Jakarta menghubungi YK. Dari sinilah transaksi itu terjadi," beber Calvijn.

Dari tempat kejadian penangkapan Wawan Hartawan, polisi yang bergerak ke rumah Roro dan dari sana mendapatkan info komunikasi antara Wawan dengan Roro via telepon selular. Isinya, Roro menelepon Wawan untuk memastikan tentang keberadaan barang pesanannya.

Tepat di kediaman Roro polisi langsung bergerak dan menyita buku tabungan dan atm serta hp milik Roro yang berisi percakapan dan chating soal transaksi barang hatam tersebut. "Informasinya akan digunakan tanggal 14 malam di hari valentine," ujar Calvijn yang lulusan Akpol 1999 ini.

Atas perbutannya Roro Fitria dijerat pasal 112 114 dan 132 denhan ancaman 5 tahun lebih.