Akan Dilaporkan ke Polisi

Wah, Karyawan BRI Keroyok Nasabah

Badar | Minggu, 11 Februari 2018 - 14:16 WIB
Wah, Karyawan BRI Keroyok Nasabah

MAKASSAR (wartamerdeka) - Nasabah BRI KCP Citra Sudiang nyaris dikeroyok sejumlah karyawan BRI, saat akan melakukan pembayaran pelunasan hutangnya di halaman parkir Bank BRI yang terletak di jalan Perintis Kemerdekaan kota Makasar.

Menurut Misda Fauci yang didampingi suaminya, Hasan Asari, kepada wartawan, Minggu (11/2/2018), kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat (9/2/2018), persis di halaman BRI KCP Citra Sudiang. Mulanya ia mengakui memiliki hutang yang berakhir pada tahun 2020, dengan total pinjaman sebesar 100 juta rupiah, berjangka selama 8 tahun. Pada tahun ke 5 hutang tersebut akan dilunasi, namun nasabah mendapat perlakuan yang kurang sopan dari staf Bank BRI, 

Lebih lanjut ia menceritakan kronologilis kejadian, berawal pada tanggal 7 Februari 2018 nasabah bermaksud untuk melakukan pembayaran pinalti, atas pinjaman yang disepakati pada tahun 2012, Hasan Asari (Suami Nasabah) dua minggu sebelumnya melakukan pengecekan sisa uang ke BRI melalui staf yang bernama Budi, dan diketahui sisa hutang yang harus dibayarkan sebesar Rp 46.659.726 sudah termasuk 3 kali bunga angsuran + 7%.

"Setelah mengetahui total sisa hutang, saya datang membawa uang dengan bermaksud melakukan pelunasan, sambil bernegosiasi mendapatkan potongan apabila dilakukan pembayaran secara pinalti, namun salah satu staf bernama Budi menjelaskan telah terjadi perubahan suku bunga dimana semestinya nasabah hanya membayar 46jtxxx berubah menjadi Rp 56.679.039," kata Misda Fauci melalui keterangan tertulisnya, Minggu (11/2/2018).

Melihat perubahan nilai sisa hutangnya Misda bersikeras tidak mau menerimanya, dan berniat menunda melakukan pelunasan karena bermaksud menantikan kepala cabang yang saat itu tidak berada ditempat. Pada tanggal 9 februari 2018, ketika nasabah berhasil menemui A untuk meminta klarifikasi kenaikan suku bunga, tetapi A bersikap keras atas kenaikan suku bunga, dan mengatakan bahwa nasabah yang mengadakan akad di bawah tahun 2015 harus menerima aturan baru tersebut. 

"Saya menolak mengikuti aturan yang diterbitkan oleh BRI pada tahun 2015, karena akad yang  saya tandatangani pada tahun 2012, sementara itu pihak Bank tidak pernah datang ke kantor saya  untuk melakukan sosialisasi kepada kami bahkan tidak tercantum dalam website Bank BRI," tegas Misda.

"Saya tidak mau menerima perbedaan jumlah sisa utang yang mencapai Rp 10 juta rupiah, berdasarkan info awal sisa utang,"

Oleh karena itu, terjadi pertengkaran mulut di dalam ruangan kantor A, dan Misda berusaha mencari tahu siapa staf yang memberikan informasi sisa hutang namun tidak seorangpun yang mengakuinya, tiba-tiba salah seorang staf berkata " Ibu ini tidak berpendidikan".

Bahkan ada seorang staf yang mencoba memukul Misda namun ada yang melerainya dan berusaha menerangkan kenaikan suku bunga. 

"Ketika kami bermaksud untuk pulang menuju parkir mobil tiba-tiba datang dua orang laki-laki berbadan besar dan mencoba mengeroyok kami," kata Misda.

"Apakah ini cara Bank BRI memperlakukan nasabahnya dengan kasar dan tidak sopan didepan umum, saya merasa terancam dan akan mengadukan masalah ini kepada pihak berwajib," tutupnya.