FH Unand dan Hari Pers Nasional di Padang

Ar | Minggu, 11 Februari 2018 - 15:02 WIB
FH Unand dan Hari Pers Nasional di Padang

Oleh Dasman Djamaluddin

Hari Pers Nasional (HPN), tanggal 9 Februari 2018 di Padang, Sumatera Barat, telah berakhir. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka memperingati HPN tersebut berkenan hadir yang dikaitkan dengan kunjungan kerjanya di Sumatera Barat.

Memang sedikit agak berbeda dengan Presiden RI sebelumnya, kecuali Presiden Soekarno, Jokowi dari penampilan dirinya hingga ke kunjungan kerjanya ke berbagai daerah berbeda dengan yang lain.

Memakai pakaian sederhana dan langsung turun ke lapangan sering dilakukannya. Hal ini sedikit sama dengan Presiden RI Pertama, Soekarno. Bertitel sama dengan Soekarno, Jokowi juga adalah seorang Insinyur. Baru-baru ini ia berkunjung ke negara konflik, ia memperoleh penghargaan karena keberaniannya. Yang mengagetkan kita, Jokowi merupakan Presiden ke-2 setelah Bung Karno yang pertama kali berkunjung ke Asia Selatan.

Menang benar ada kritikan yang bertanya, apa dicari di daerah konflik Asia Selatan? Tidak ada bukan? Pertanyaan ini boleh saja dilontarkan jika kita masih berharap bantuan dari negara lain. Tetapi Jokowi ingin pula mengikuti jejak Bung Karno yang kita ketahui menjadi penggagas terbentuknya Konferensi Negara-Negara Non Blok dan mempertemukan negara-negara yang belum banyak merdeka di Asia-Afrika saat Konferensi Asia-Afrika diselenggarakan tahun 1955 di Bandung.

Buat saya, kehadiran di Padang dalam HPN ini memunculkan kembali ingatan saya akan kenangan ketika saya pernah kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Andalas (FH Unang), Padang. Apalagi di HPN ini, saya bergabung dengan Perpustakaan MPR RI yang melakukan kerja sama dengan Perpustakaan FH Unand. Inilah yang saya sebut, sangat mencair ketika menjadi moderator di dalam diskusi di Gedung Olahraga Haji Agus Salim, Padang, di mana Dekan FH Unand, Prof Dr Zainul Daulay SH, MH berkenan hadir di acara tersebut.

Jika mengingat Unand, kita pasti teringat akan peranan Bung Hatta yang sudah tentu menorehkan namanya dalam Piagam Pendirian Unand.

Piagam ini pernah saya masukan dalam tulisan saya berjudul: " Universitas Andalas 26 Tahun," Minggu, 19 September 1982. Piagam itu berbunyi:

PIAGAM

Untuk memenuhi hasrat masyarakat di Sumatera (Andalas) guna mempertinggi kecerdasan Bangsa Indonesia dalam arti kata yang seluas-luasnya dalam berbagai-bagai Ilmu Pengetahuan, maka pada hari ini Kamis tanggal 13 September 1956 (8 Syafar 1376), kami resmikan pembukaan Universitas yang pertama dengan nama:

UNIVERSITAS ANDALAS
di
BUKITTINGGI

Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan
(Sarino Mangunpranoto)

Wakil Presiden
(Drs Mohammad Hatta)

Berdirinya Universitas Andalas merupakan satu-satunya universitas yang ada di pulau Sumatera tahun 1956 dan universitas ketiga di seluruh Indonesia.

Berdirinya dimulai ketika dibukanya Perguruan Tinggi Hukum "Pancasila," pada tahun 1951 di Padang, yang didirikan oleh Yayasan Sriwijaya.

Kemudian Perguruan Tinggi Hukum "Pancasila," dinegerikan menjadi Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat." Inilah sekelumit sejarah FH Unand yang terlibat langsung di Hari Pers Nasional 2018.