Raih Penghargaan dari Direskrimum Polda Metro Jaya sebagai Karyawan Terbaik

Siti Aminah Seperti Mimpi Bisa Umroh Bareng Suami

Badar | Selasa, 06 Februari 2018 - 11:44 WIB
Siti Aminah Seperti Mimpi Bisa Umroh Bareng Suami Siti Aminah (kiri) menerima penghargaan dari Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta

JAKARTA (wartamerdeka) - Tak pernah terbayangkan oleh Siti Aminah (45) bahwa dirinya bakal bisa Umroh ke Tanah Suci. Apalagi bisa berangkat bersama suami tercinta. Maklum ia cuma pegawai negeri sipil berpangkat pengatur muda. Dua anaknya pun masih kecil, SD dan TK.

"Subhanallah, Maha Suci Allah. Saya tidak pernah bermimpi bakal bisa ke Tanah Suci. Buat saya,  itu impian mahal. Kebutuhan keluarga sehari hari bisa tercukupi saja saya sudah senang. Impian saya cuma selama ini, bisa menyelesaikan sekolah kedua anak saya secara maksimal," tuturnya, Selasa (6/2/2018).

Dari balik telpon, suaranya terdengar tersendat, haru. "Subhanallah. Ini seperti mimpi,"  bisiknya berulang kali.

Aminah baru saja terpilih sebagai pegawai teladan di lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (Diteskrimum Polda Metro). Ia terpilih menjadi yang terbaik di antara 678 karyawan Ditreskrimum Polda Metro.

Sebagai ganjarannya, Direktur Ditkrimum Polda Metro, Komosaris Besar Nico Afinta, memberinya paket Umroh bagi Aminah dan suami.

"Insya Allah jika tidak berhalangan, kami berangkat Umroh pada bulan Maret," ucap Aminah. Ia akan menitipkan kedua anaknya pada salah seorang saudaranya selama Umroh.

Kinerja

Sehari hari Aminah bekerja mencatat dan mendokumentasi seluruh kegiatan penyidikan di lingkungan Ditreskrimum Polda Metro. Itu sebabnya dia tahu fluktuasi kinerja di lingkungan Ditreskrimum Polda Metro.

Menurut dia, sejak Nico menjadi Direktur Ditkrimum Polda Metro Agustus 2017, 94 persen (crime clearance) dari 4.100 kasus yang tercatat (total crime). Meski demikian ia tidak ingin membandingkan dengan kinerja para direktur Ditreskrimum sebelumnya. "Kurang elok," ujarnya.

Aminah sudah bekerja di lingkungan Polda Metro sejak 1995. Selama bekerja, ia tidak pernah berambisi mengejar kenaikan pangkat sebagai pegawai negeri sipil. "Jalani saja. Biar semua mengalir. Biar hidup lebih tenang. Dengan hidup tenang dan jujur, kita bisa lebih produktif bekerja meski mungkin kurang dilirik atasan kita. Buat orang beriman, nomor satu adalah kejujuran dan keiklasan kita bekerja," tutur Aminah.

Menurut Nico, di lingkungan rekan kerja, Aminah yang bekerja sebagai staf bagian pembinaan operasi Ditreskrimum Polda Metro, dikenal rajin, tekun, sabar, rapih dan bekerja cepat. "Ibu Aminah orang yang mudah memaafkan dan berbesar hati menerima kritik dan ketidaksabaran rekan kerja lain," ujar Nico. Apa yang dia sampaikan, "Itu kata para Kasubdit, Kabag, Kanit, dan sebagian besar rekan rekan di Ditreskrimum. Bukan hanya kata saya pribadi".

Nico berpendapat, sukses tidaknya karier seorang pemimpin tergantung kinerja jajaran paling bawah dan tenaga lapangan. "Orang pinter banyak, bahkan sudah terlalu banyak. Tetapi orang yang trampil, paham lapangan, dan rajin, masih lebih sedikit. Organisasi yang efektif itu lebih banyak didorong oleh kinerja mereka," tegasnya.

Pemilihan pegawai teladan yang dilakukan Ditreskrimum, lanjut Nico, sesuai dengan cita cita Polri, Promoter (profesional, modern, terpercaya). Untuk mencapai hal itu, perlu sistem ganjaran dan hukuman yang adil dan transparan, serta merawat mengembangkan sumber daya manusia yang handal.

"Kalau pimpinan mampu melakukan hal itu, organisasi akan berkembang efektif," tutur Nico. Ia bersama staf sedang menyiapkan mekanisme ganjaran dan hukuman yang lebih efektif dan produktif bagi para penyidik. Sebab, pelaksanaan tugas pokok Ditreskrimum tergantung pada kinerja dan kualitas para penyidik.