Bupati Kala'tiku Paembonan Diminta Fokus Laksanakan Agenda Pemerintahan

TOM | Senin, 05 Februari 2018 - 05:45 WIB
Bupati Kala'tiku Paembonan Diminta Fokus Laksanakan Agenda Pemerintahan Anthonius Silamba, pemuka masyarakat Toraja

TORAJA UTARA (wartamerdeka) - Kebiasaan Bupati Toraja Utara Kala'tiku Paembonan melakukan anjangsana pada setiap acara ritual adat Toraja khususnya Rambu Solo', mendapat tanggapan dari warga Toraja utamanya yang berada di perantauan. 

Pasalnya, dengan kebiasaan seperti ini maka waktu bupati untuk melaksanakan agenda pemerintahan banyak terbuang dan tidak lagi efisien serta tidak efektif.

Padahal, katanya lagi, Bupati Kala'tiku Paembonan seharusnya fokus menjalankan agenda pemerintahan, bukan malah membuang-buang waktu serta menghabiskan waktunya untuk urusan yang bukan prioritas.

"Saya melihat kelemahan yang ada selama ini dari beberapa kali pemerintahan mantan bupati sampai yang sekarang ini, mereka lebih banyak disibukkan dengan urusan kunjungan ke acara-acara adat seperti Rambu Solo'. Bukan tidak boleh tapi pandai-pandailah menggunakan waktu dengan melihat mana yang menjadi prioritas, supaya agenda pemerintahan yang ada berjalan sesuai target rencana yang sudah dibuat. Saya juga tidak tahu bagaimana pembagian tugas antara bupati dan wakil bupati serta bagaimana koordinasi antar mereka, sepertinya mereka sibuk sendiri-sendiri," ungkap Anthonius Silamba, pemuka masyarakat Toraja yang berdiam di Samarinda, Kaltim.

Dengan waktu yang banyak terbuang ini, maka menurut Anthonius, pelaksanaan pembangunan di Toraja Utara berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Akibatnya, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan di lapangan menimbulkan masalah.

"Inti masalahnya dan ini yang menjadi titik lemah adalah kurangnya pengawasan. Belum lagi bupati sendiri tipe orangnya tidak tegas dan mengakomodir semua masukan tanpa menfilter mana yang rasional, realistis dan tepat bagi daerah dan masyarakat. Ini semua masukan diterima. Belum lagi merasa benar dan menang sendiri padahal belum tentu," tutur Anthonius lagi, saat berbincang dengan wartamerdeka via telepon genggam, baru-baru ini.

Akibat dari sikap dan cara Bupati Kala' tersebut, hasilnya dapat dilihat seperti yang terjadi belakangan ini. Permasalahan yang timbul tak dapat dibendung. Malah muncul ke permukaan dan menjadi suguhan publik. Seperti masalah proyek disana-sini yang diduga menyimpang, kebijakan yang diambil tanpa kajian dan pertimbangan serta tidak tegas dalam penerimaan dan serapan anggaran utamanya yang bersumber dari APBN.

Akumulasi semua masalah ini, kata pemilik Bus Rappan Marannu ini, maka muncul surplus honorer tanpa rasionalisasi serta terjadi defisit.

"Ini beban bagi daerah, belum lagi PAD-nya hanya sekitar 40 miliar padahal target 100 miliar lebih, ya mau tau mau ujung-ujungnya masyarakat yang dibebani melalui pajak-pajak atau retribusi yang dipungut," timpalnya.