Ombak Bono di Pelalawan, Tempat Wisata Terpopuler di Dunia

Bai | Minggu, 04 Februari 2018 - 09:57 WIB
Ombak Bono di Pelalawan, Tempat Wisata Terpopuler di Dunia

PELALAWAN  (wartamerdeka) - Siapa sangka di Provinsi Riau punya sebuah fenomena alam unik. Yakni di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Fenomena unik ini, di Indonesia hanya tejadi di Riau, Suatu  Kebanggaan tersendiri bagi masyarakat sekitar bahwa ombak raksasa ini di kenal oleh peselancar hingga internasional.

Fenomena unik tepatnya ada di Sungai Kampar Provinsi Riau dengan panjang 450 km yang melintasi 3 kabupaten di Riau “Kabupaten Pelalawan, Kampar dan Kuantan Singingi” dan 2 kabupaten di Provinsi Sumbar yakni “Lima Puluh Kota, dan Sijunjung”, namun hanya di kabupaten Pelalawan yang memiliki gelombang  raksaksa yang bernama gelombang atau ombak Bono.

Fenomena alam langka ombak raksasa ini dikenal dengan Ombak Bono yang terbentuk akibat sebuah pertemuan arus pasang laut bertemu dengan arus sungai. Ombak terbaik untuk surfing ini sudah diketahui oleh peselancar indonesia hingga peselancar mancanegara dan ombak sangat menantang para peselancar untuk mencobanya.

Dahulunya boat – boat kecil dari Tg. Batu, Pulau Penyalai dan sekitarnya yang menuju ke Pekanbaru dengan melewati Sungai Kampar menghindari akan Ombak Bono tersebut. Dan biasanya sebelum kapal berangkat, nakhodanya terlebih dahulu mengukur kedalaman air dengan galah untuk menentukan apakah Ombak Bono sudah lewat atau belum.  

Namun sekarang Ombak Bono menjadi seperti test uji adernalin dan stamina bagi para peselancar karena satu ombak yang muncul saja sudah sangat panjang. Berselancar di ombak Bono akan sangat melelahkan fisik peselancar, karena ombak yang terbentuk demikian panjang, lama dan besar. Para peselancar akan berselancar mengikuti ombak bono dalam waktu yang cukup lama yakni lebih dari 20 menit.

Ombak Bono terjadi ketika purnama, akan lebih besar di saat volume air sungai meningkat drastis pada musim penghujan serta aliran air dari beberapa anak sungai membuat daerah hilir Sungai Kampar ini memiliki gelombang yang sangat tinggi.

Ditambah pula, arus air dari Laut Selat Malaka dan Laut Cina Selatan bertemu dengan aliran muara Sungai Kampar terjadilah penyempitan, Penyempitan pertemuan arus ini akan membentuk gelombang besar. Gelombang Ombak Bono dapat mencapai hingga 4-6 meter di saat bulan purnama. kecepatan ombak bono bisa mencapai 40-50 km/jam cukup menantang.

Saat terjadi puncak ombak Bono, 21 gelombang ombak dapat muncul secara bersamaan. Gelombang ini juga bisa menciptakan ombak bergulung-gulung dengan waktu yang bisa mencapai dua jam. Ini tentunya jauh berbeda dengan gelombang di laut yang hanya berdurasi sekitar beberapa menit saja.

Meski oleh masyarakat setempat ombak Bono mempunyai nama yang mengerikan, yaitu Tujuh Hantu, tapi gelombang ini juga banyak mengundang peselancar dari mancanegara untuk menjajal liarnya ombak bono. Meski Gelombang Ombak Bono ini berbahaya, tetapi ombak sungai terbesar dan terpanjang di dunia ini dinobatkan sebagai wahana selancar sungai terbaik di dunia.