Bupati Jombang Kena Tangkap Tangan KPK, Partai Golkar akan Beri Sanksi Tegas

Ar/Berbagai sumber | Minggu, 04 Februari 2018 - 00:48 WIB
Bupati Jombang Kena Tangkap Tangan KPK, Partai Golkar akan Beri Sanksi Tegas Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko

JAKARTA (wartamerdeka) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap tangan kepala daerah. Usia menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai tersangka kasus korupsi, lembaga rasuah ini esoknya menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko.

Nyono sudah tiba di gedung KPK Jakarta pada hari Sabtu (3/2/2018) sekira pukul 21.15 WIB. Ia datang bersama dengan tim penyidik KPK.

"Benar ada kegiatan tim di lapangan sore dan malam ini, kami amankan unsur kepala daerah di Jawa Timur, ada dugaan penerimaan sejumlah uang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu.

Terhadap penangkapan Bupati Jombang yang dikenal sebagai kader Golkar ini, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyatakan partainya akan memberikan sanksi tegas kepada kadernya tersebut, jika terbukti melakukan tindak korupsi

"Partai Golkar akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan mekanisme organisasi," kata Ace, Sabtu malam.

Di sisi lain, lanjut Ace, Golkar sangat prihatin atas kabar OTT KPK terhadap Nyono, mengingat Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, kerap mengingatkan kepada kader partai berlambang beringin itu untuk tidak melakukan korupsi.

"Sebetulnya Ketum Pak Airlangga sudah menginstruksikan kepada seluruh kader Partai Golkar agar jangan coba-coba melakukan tindakan korupsi," kata Ace.

Dia menegaskan, peringatan Airlangga terhadap seluruh kader telah disampaikan sejak awal kepemimpinannya. Sebab salah satu upaya membangun kepercayaan rakyat terhadap partai adalah dengan cara menuju Golkar yang bersih.

Rumah Dinas Bupati Digeledah

Pada Sabtu malam, diketahuui, Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menggeledah rumah dinas Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko pasca operasi tangkap tangan (OTT) terhadap orang nomor satu di kabupaten tersebut.

Informasi yang dihimpun, KPK tiba di rumah dinas tersebut pada Sabtu (3/2) malam sekira pukul 18.30 WIB dengan mengendarai mobil. Kendaraan itu diparkir di halaman pendopo tersebut dan langsung masuk ke ruangan.

Tim penyidik memeriksa sejumlah ruangan di pendopo hingga sekira pukul 22.25 WIB. Ada empat petugas yang keluar dari pendopo. Mereka membawa sejumlah dokumen ketika keluar dari pendopo tersebut.

Sejumlah wartawan yang sudah menunggu di luar pendopo, mencoba untuk mengonfirmasi langsung, namun tim penyidik bungkam. Mereka langsung meninggalkan lokasi.

Petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi juga mengatakan tidak mengetahui dengan pasti kedatangan tim tersebut. Ia juga tidak mengizinkan wartawan untuk masuk bersama-sama ke dalam pendopo.

"Wartawan yang masuk jangan banyak-banyak, bergantian saja," kata Sutejo, salah seorang petugas Satpol PP yang berjaga.

Selain memeriksa pendopo, sejumlah pegawai di Kabupaten Jombang juga diperiksa di Mapolres Jombang. Namun, untuk inti dari pemeriksaan belum diketahui dengan pasti.

Sejumlah pegawai yang sudah selesai pemeriksaan juga enggan untuk mengatakan terkait dengan isi pemeriksaan itu. Mereka bungkam dan memilih langsung meninggalkan lokasi mapolres.

Informasinya, tim penyidik KPK juga melakukan penyegelan sejumlah ruangan di Pemkab Jombang. Namun, berapa pastinya ruangan yang disegel hingga kini juga belum ada konfirmasi lebih pasti.

Kantor Kadis Kesehatan Disegel

Pada Sabtu malam, Penyidik KPK juga diketahui menyegel ruang kerja Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Dokter Inna Sulistyowati. Penyegelan ini diduga terkait OTT Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko.

Pantauan di lokasi, di Jalan Wahid Hasyim No 131, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2018), segel KPK terpasang di pintu ruang kerja Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang. Inna sendiri diketahui berstatus sebagai pelaksana tugas (Plt) di jabatan tersebut.

Suasana di kantor Dinas Kesehatan juga nampak sepi. Hanya beberapa anggota Satpol PP nampak berjaga di lokasi.

Salah seorang petugas keamanan mengatakan penyegelan dilakukan oleh penyidik KPK yang berjumlah 5 orang. Menurut dia, saat tiba sekitar pukul 21.00 WIB, penyidik dari lembaga antirasuah tersebut menunjukkan surat tugasnya.

"Petugas langsung melakukan penyegelan kantor. Tidak tahu pasti hal itu soal apa," kata anggota Satpol PP tersebut.