Setelah Sempat Disegel Pemkot Tasikmalaya

Toko Ratu Paksi, Kini Beroperasi Kembali Melayani Kebutuhan Masyarakat

Ariska | Rabu, 31 Januari 2018 - 14:11 WIB
Toko Ratu Paksi, Kini Beroperasi Kembali Melayani Kebutuhan Masyarakat Asisten Manager Toko Ratu Paksi, Dian

TASIKMALAYA (wartamerdeka) - Setelah sebelumnya disegel oleh Pemkot Tasikmalaya, karena belum melengkapi perizinan, kini Toko Ratu Paksi telah beroperasional kembali guna melayani kebutuhan masyarakat.

Toko yang berlokasi di Jalan Sukalaya Kota Tasikmalaya itu, saat ini terlihat mulai ramai dikunjungi oleh sejumlah pelanggannya. Bahkan nampak juga banyak kendaraan roda dua maupun empat menghiasi tempat parkirnya.

Asisten Manager Toko Ratu Paksi, Dian mengatakan pihaknya baru beroperasi kembali itu sejak kemarin, Selasa (30/1/2018), setelah toko tersebut melengkapi semua perizinannya dan memperoleh aspek legalitas dari Pemkot Tasikmalaya.

“Jadi perizinan itu sudah lengkap dan tidak ada masalah, sehingga kami pun beroperasi kembali seperti biasanya. Terkait izin yang diperbaiki itu masuknya satu paket. Termasuk di dalamnya itu ada IMB,”bebernya, Rabu (31/1/2018).

Dian pun mengajak kepada sejumlah pelanggan setianya, supaya bisa datang kembali. Karena tokonya yang sempat ditutup selama satu bulan itu sudah beroperasi lagi seperti biasanya dari mulai pukul 08.30-20.30 WIB.

“Tapi alhamdulilah meski baru dua hari beroperasi dengan sekarang ini, respon masyarakat lambat laun terlihat sudah pada berdatangan. Walaupun tidak begitu banyak yang berkunjung, namun tentunya ini sinyal yang positif,”ungkapnya.

Wanita asal Jawa itu sangat berharap sejumlah pelanggannya, bisa datang seperti dulu lagi ke toko yang menjual, alat jahit, asesoris dan kebutuhan lainnya. Sebab selama ini tempat usahanya selalu ramai dikunjungi.

Terkait insiden penutupan tokonya itu, Dian mengaku sebagai suatu pembelajaran ke depannya. Bahkan di balik adanya musibah itu ada hikmahnya, karena bisa menjadi ajang evaluasi dan input untuk perbaikan. “Kami membuka usaha ini di sini sudah ada sekitar 3 tahun lebih. Waktu insiden kemarin penyegelan itu, tetap membayar hak sekitar 80 karyawan. Mudah-mudahan ke depannya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi,”ujarnya.