356 Atlet Ikuti Invitasi Bulutangkis Bupati Cilacap Tingkat Jateng dan DIY

Agus | Senin, 29 Januari 2018 - 07:51 WIB
356 Atlet Ikuti Invitasi Bulutangkis Bupati Cilacap Tingkat Jateng dan DIY

CILACAP (wartamerdeka) - Sebanyak 356 atlet mengikuti turnamen Invitasi Bulutangkis Bupati Cilacap tingkat Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Mereka berasal dari 24 klub yang terdiri dari 278 atlet tunggal, dan 78 atlet pemain ganda. Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman di GOR Wijayakusuma Cilacap, Jumat (26/1/2018) dan berlangsung hingga Minggu (28/1/2018).

Dikutip dari website resmi milik pemda kabupaten Cilacap, Ketua Klub Kopama Cilacap, Edi Hartoyo selaku Ketua Invitasi Bulutangkis Bupati Cilacap mengatakan, Invitasinya setiap tahun diadakan dua kali pada awal dan akhir tahun. Tahun lalu di Kebumen dan kali ini Cilacap jadi tuan rumah.

Edi menjelaskan, pihaknya mendapat dukungan penuh dari Pengurus Cabang Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Cilacap. Meski bersifat tidak resmi, diharapkan kegiatan ini nantinya masuk dalam agenda PBSI Cilacap, sehingga menjadi ajang latihan bagi atlet muda Cilacap. Invitasi juga bermanfaat untuk mengukur kapabilitas atlet lokal.

“Ini sebenarnya non resmi, tidak seperti Porprov atau Kejurkab. Tapi berguna untuk mengukur dan menambah semangat tanding dengan catatan diluar kegiatan resmi yang diagendakan PBSI”, terang Edi. Invitasi Bulutangkis Bupati Cilacap mempertandingkan Kelompok Pra Dini Madya, Kelompok Pradini Dasar, Kelompok Usia Dini, Kelompok Anak-Anak, Kelompok Pemula, Kelompok Remaja dan Kelompok Taruna. 

Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman selaku Ketua Umum PBSI Cilacap mengatakan, meski bersifat invitasi, pihaknya berharap turnamen ini dapat menjaring dan menemukan potensi atlet-atlet muda. Berdasarkan data PBSI Cilacap, klub yang telah terdaftar dalam keanggotaan PBSI kabupaten baru 8 klub. Bahkan di tingkat provinsi, baru 2 klub beranggotakan 22 atlet yang terdata. Oleh karena itu PBSI Cilacap berupaya memperbaiki sistem manajemen informasi, agar pendataan klub di tiap wilayah lebih optimal. PBSI Cilacap juga menargetkan ada satu klub perwakilan di tiap kecamatan sebagai motor penggerak, untuk memantau perkembangan atlet berprestasi.

“Dalam waktu dekat kami akan menyelenggarakan Muskerkab untuk menyusun format. Arahnya lebih ke penghargaan, karena anak cenderung termotivasi ketika ada perhatian pemerintah. Sifatnya bukan hanya materi, tapi ketika masa depannya dijamin itu juga penghargaan”, kata Syamsul.