Melihat dari Dekat Hubungan India, Pakistan dan Indonesia

Ar | Senin, 29 Januari 2018 - 07:44 WIB
Melihat dari Dekat Hubungan India, Pakistan dan Indonesia Melihat dari Dekat Hubungan India, Pakistan dan Indonesia

Oleh Dasman Djamaluddin

INILAH foto yang diunggah Kementerian Luar Negeri RI mengenai kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke kelima negara Asia Selatan, termasuk Pakistan.

Kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Pakistan pada 26-27 Januari 2018 ini mengambil tema dan fokus utama pada peningkatan kerja sama ekonomi, khususnya bidang energi dan perdagangan.

Hal tersebut tercermin dari ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama Sektor Energi, dan Amandemen Protokol PT Ayang disaksikan oleh kedua Kepala Pemerintahan. Turut ditandatangani dalam kunjungan tersebut adalah MoU Kerja Sama Pelatihan Diplomatik dan MoU Kerja Sama Promosi Perdagangan. 

Melalui perjanjian bidang energi, RI akan memasok LNG ke Pakistan guna mendukung ketahanan energi Pakistan. PT Pertamina juga akan menindaklanjuti perjanjian tersebut dengan mitranya, Pakistan LNG Limited (PLL) dan Pakistan State Oil Company Limited (PSOCL).Hubungan ekonomi kedua negara juga diperkokoh dengan MoU kerja sama promosi perdagangan guna meningkatkan arus perdagangan bilateral.  

Dalam kunjungan kenegaraan ini, Presiden RI berkesempatan menyampaikan pidato pada Joint Sitting Parlemen Pakistan; pertemuan tête-à-tête dan bilateral dengan Presiden Pakistan; jamuan makan malam kenegaraan oleh Presiden Pakistan; dan pertemuan tête-à-tête dan bilateral dengan PM Pakistan. Presiden juga memanfaatkan kunjungan tersebut guna bertemu dengan masyarakat Indonesia di Pakistan yang menyambut kedatangannya dengan antusias. 

Dalam kesempatan pidatonya pada Joint Sitting Parlemen Pakistan, Presiden RI tekankan pentingnya perdamaian dunia, upaya bersama mengatasi radikalisme dan terorisme serta "habit of dialogue" dalam mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan dunia. 

Presiden Joko Widodo merupakan Presiden RI ke-2 yang mendapat kehormatan untuk menyampaikan 
pidato pada Joint Sitting Parlemen Pakistan. Sebelumnya, kesempatan pertama diberikan kepada Presiden Soekarno pada tahun 1963. 

Selain rangkaian utama kegiatan Presiden RI yang lalu, telah dilaksanakan pula Business Forum yang 
diikuti oleh lebih dari 100 pengusaha RI-Pakistan. Forum tersebut menghasilkan 
penandatanganan MoU Kerja Sama KADIN dua negara dan total transaksi yang tercatat 
senilai 115 juta dollar AS di sektor perdagangan dan investasi.

Sebelumnya Presiden Jokowi telah pula berkunjung ke India, sekaligus menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN dengan India. Hubungan Indonesia-India memiliki persahabatan kedua negara yang sangat panjang. Apalagi hubungan sangat dekat antara Presiden Soekarno dengan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru yang bersama-sama membentuk KTT Non Blok dan dimulai sejak kedua Pemimpin Negara ini bertemu di Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955.

Kunjungan Presiden Jokowi ini diharapkan dapat meredakan ketegangan antara India dan Pakistan yang sering dilanda konflik setelah Pakistan memisahkan diri dari India. India hari ini tetap berpendapat, pemisahan Pakistan tahun 1947 tidak sah.