Muncul Spanduk Ojek Pangkalan Menolak Transportasi Berbasis Online di Tasikmalaya

Ariska | Kamis, 25 Januari 2018 - 14:51 WIB
Muncul Spanduk Ojek Pangkalan Menolak Transportasi Berbasis Online di Tasikmalaya

TASIKMALAYA (wartamerdeka) - Setelah sebelumnya sejumlah sopir angkot melakukan penolakan kehadiran transporasi online dengan cara aksi demo ke Bale Kota Tasikmalaya, kini muncul lagi spanduk penolakan yang mengatasnamakan ojek pangkalan.

Spanduk yang mengklaim para ojek pangkalan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya itu, terbentang dipasang dekat pangkalan ojek daerah Rancabango. Kehadiran spanduk itu kini telah menjadi pusat perhatian sejumlah masyarakat yang melewati kawasan tersebut.

Namun ada yang unik dalam isi spanduk yang backroundnya berwarna biru tua itu. Pasalnya yang tertulis dalam spanduk itu hanya menolak Go-jek saja. Padahal selama ini transportasi online di Tasikmalaya itu bukan hanya Go-jek, melainkan juga ada Grab dan lainnya.

Banyak pihak yang merasa kuatir dengan adanya polemik berkepanjangan antara transporasi online dengan angkot dan ojek pangkalan yang belum ada titik temu mencari solusi. Sehingga tentunya bisa membuat keadaan di Kota/Kabupaten Tasikmalaya semakin keruh.

Apalagi sebelumnya pasca demo sopir angkot itu, ada sejumlah kejadian tindakan berupa sweeping yang disinyalir dilakukan oleh sejumlah oknum sopir kepada driver tansportasi online. Sehingga kuatirkan tindakan itu malah bisa memancing resistensi balasan.

“Seharusnya Walikota Tasikmalaya harus segera mencari solusi, supaya tidak ada polemik berkepanjangan. Yakni dengan mengajak duduk bersama semua pihak yang terlibat, karena ini bisa jadi bom waktu,”ujar Dadang salah satu warga Indihiang, Kamis (25/1/2018).

Pantauan di lokasi, Kamis (25/1/2018), nampak terlihat isi spanduk yang mengunakan huruf berwarna putih dan kuning itu berbunyi: “Ojeg Pangkalan Se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya menolak dengan tegas keberadaan gojeg berbasis aplikasi online”.

Ketika dininta tanggapan sejumlah orang yang sedang berada di lokasi itu, tidak ada seorang pun yang mau memberikan statementnya itu.