Kehadiran Pasar Minggu Tarumanagara Tasikmalaya, Bukan Ingin Menyaingi PKL CFD EZ Muttaqin

Ariska | Minggu, 14 Januari 2018 - 11:57 WIB
Kehadiran Pasar Minggu Tarumanagara Tasikmalaya, Bukan Ingin Menyaingi PKL CFD EZ Muttaqin

TASIKMALAYA (wartamerdeka) -Kehadiran Pasar Minggu Tarumanagara yang berlokasi di Jalan Tarumanagara Kota Tasikmalaya selama ini, diegaskan, bukan ingin menyaingi PKL Car Free Day (CFD) yang berada di jalan EZ Muttaqin Cilembang.

“Tapi ini hanya ingin memfasilitasi sejumlah PKL yang belum punya tempat pada hari minggu. Terutama yang tadinya berjualan di depan mesjid agung yang sering bergejolak. Sehingga bisa diakomodir di sini dengan dukungan warga,”ujar Ketua Forum Warga Tarumanagara, Hendra, Minggu (14/1/2018).

Hendra mengaku, tidak ada niat untuk menyaingi PKL CFD. Namun ini murni ingin memberdayakan ekonomi rakyat kecil dengan teratur.  Dengan kehadiran Pasar Minggu bisa menghidupkan kawasan tersebut, agar makin semarak saat minggu pagi.

Apalagi ada dukungan persetujuan berupa tanda tangan dari sejumlah masyarakat di lima RT dan dua RW. Adanya respon itu juga keinginan masyarakat setempat. Karena warga tersebut juga dilibatkan ikut berjualan dalam kegiatan yang digelar setiap satu minggu sekali itu.

Dengan adanya pasar minggu itu, tentunya ada efek domino positif bagi warga sekitarnya. Pasalnya bisa memberdayakan dan mendongkrak secara ekonomi.Sebab warga dilibatkan berjualan kemudian juga menjaga keamanan dan mengatur parkir kendaraan.

Bahkan guna menambah semarak di lokasi tersebut, ada pula warga yang telah menyediakan untuk hiburan berupa musij elektone.Sehingga siapa saja pengunjung yangberminat menyumbangkan lagu itu bisa diiringi tampil secara gratis.

“Alhamdulilah kegiatan ini sudah berjalan selama lima kali dan mendapat respon positif dari sejumlah pengunjung selama ini. Adapun jumlah pedagang, ada sekitar 130 PKL yang terdiri pedagang fashion dan kuliner. Mereka lapaknya terpisah, kalau fashion itu berada di kanan sedangkan kuliner di sebelah kiri,”terangnya.

Hendra mengatakan, pihaknya saat ini tidak akan menerima lagi sejumlah PKL yang baru. Karena tidak ingin menjadi polemik dengan pedagang di tempat lain. Sehingga jumlah pedagangnya itu tetap sebanyak 130 PKL. Apalagi juga di kawasan tersebut tidak akan memadai lagi.

Ketika disinggung terkait izin, Hendra menjelaskan pihaknya sebelum memulai kegiatannya itus sudahlama melayangkan surat kepada pihak-pihak yang berkompeten. Pihaknya sangat berharapkL izin tersebut cepat keluar. Karena ini murni hajat masyarakat kecil dalam bentuk usaha.

“Kalau sampai ditolak oleh Pemkot Tasikmalaya, kami sekuat tenaga akan berusaha.Bahkan akan mempertanyakan apa alasannya tersebut. Apakah tanda tangan persetujuam semua mmasyarakat di sini masih kurang. Apalagi yang harus dipermasalahkannya. Ini hanya menuntut hak saja,”pungkasnya.