Kader Akar Rumput Kecewa PDIP Kota Bekasi tak Mengusung Calon Walikota dan Wakil Walikota

Pandi | Kamis, 11 Januari 2018 - 20:48 WIB
Kader Akar Rumput Kecewa PDIP Kota Bekasi tak Mengusung Calon Walikota dan Wakil Walikota Ricky Tambunan (kiri) dan Dedi Wahyudin

BEKASI (wartamerdeka) - Sejumlah kader PDI-Perjuangan Kota Bekasi di akar rumput kecewa dengan DPC maupun DPP partainya yang tidak mengusung kadernya sendiri dalam Pilkada 2018. 

"Terus terang kami sangat kecewa bahwa DPP maupun DPC PDIP Kota Bekasi tidak mengusung kader sendiri dalam Pilkada yang akan digelar tahun ini. Bahkan akhirnya hanya mendukung calon dari Partai lain, padahal PDI-Perjuangan di Kota Bekasi adalah partai pemenang Pemilu, dengan jumlah kursi 12," Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDIP Kota Bekasi Dedi Wahyudin bersama Sahat P Ricky Tambunan, Wakil ketua kehormatan DPC PDIP Kota Bekasi kepada wartawan, Kamis (11/1/2018). 

Kondisi PDI-Perjuangan di Kota Bekasi memang sangat ironis. Meskipun sebagai partai pemenang Pemilu dengan jumlah kursi terbesar di DPRD Kota Bekasi, tapi ternyata tidak mengusung calon Walikota dan calon wakil Walikota dalam Pilkada 2018. 

Di KPU Kota Bekasi, Partai berlambang Kepala Banteng bermoncong putih memang tidak tercatat sebagai partai pengusung calon Walikota dan Wakil Walikota dalam pilkada 2018. Sampai ditutupnya pendaftaran calon Walikota dan Wakil Walikota untuk berlaga dalam Pilkada 2018, PDI-Perjuangan ternyata tidak mendaftarkan calonnya di KPU setempat. 

Di KPU yang tercatat mengusung calon Walikota dan Wakil Walikota adalah partai Golkar, Demokrat, PAN, PPP, Hanura, dan PKB, yang mengusung pasangan Rahmat Effendi - Tri Adhianto. Lalu partai Gerindra dan PKS tercatat mengusung pasangan Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus Saady. 

DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi sendiri secara resmi mengusung Rahmat Effendi-Tri Adhianto untuk dicalonkan menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2018-2023. Mereka mengurungkan niat sekaligus mengembalikan SK DPP PDIP yang merekomendasikan kadernya, Sumiyati dan Lilik Hariyoso usai mengeluarkan keputusan pada rapatnya, Rabu (10/1/2018) malam. 

“Sebagaimana amanah partai, kami harus mengusung petahana. Pasangan Sumiyati Mochtar Mohammad dan Lilik Hariyoso tidak bisa maju," terang Ketua Bapilu DPC PDIP Kota Bekasi, Nicodomus Godjang.

Alasannya, Sumiyati berhalangan hadir karena dikabarkan sedang melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci. Sementara Lilik telah membuat pernyataan enggan dicalonkan dalam ajang kontestasi politik lima tahunan kota Bekasi ini.

Nico menegaskan, usai keputusan turun, setiap kader PDIP wajib mengikuti putusan tersebut. Akan ada sanksi bagi kader yang tidak menjalankan keputusan tersebut.

"Ya, sanksi itu nanti akan diberikan langsung apabila kader PDIP Kota Bekasi tidak ikut dalam pengusungan Rahmat Effendi dan Tri Adhiyanto Tjahyono,” kata dia.

Tapi dalam catatan KPU, yang resmi tercatat mengusung pasangan Rahmat Effendi dan Tri Adhianto adalah 6 partai yaitu partai Golkar, PKB, Hanura, PPP, Demokrat, dan PAN. PDI-Perjuangan tidak tercatat. Sehingga PDI-Perjuangan hanya dianggap sebagai partai pendukung. 


Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi menyatakan bahwa parpol yang tidak terdaftar secara administrasi maka bukan sebagai parpol pengusung. Parpol tersebut hanya menjadi bagian dari parpol pendukung saja.

"Kalau sampai batas pendaftaran terakhir porpol tersebut tidak dicantumkan sebagai pengusung atau pengusul maka, parpol itu hanya sebagai partai pendukung saja. Dan saat ini sudah tidak bisa lagi dimasukkan," kata Ucu.

 

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Koalisi Bekasi Patriot, Sholihin menolak perombakan surat pernyataan kesesuaian visi misi dan program pasangan atau koalisi.

“Kalau dia (PDI Perjuangan,red) masuk, kita harus merombak lagi, kita tidak mau ada celah dan permasalahan ke depannya,” kata Gus Shol sapaan akrab Sholihin yang juga Ketua DPC PPP Kota Bekasi 

Penolakan perombakan koalisi tersebut diperkuat dengan adanya salah satu ketua partai yang sedang melaksanakan Ibadah Umrah. Karena, kata dia, terkait kendala teknis yang sudah disiapkan, ‘Tim Pemenangan dan Tim Koalisi’ sudah selesai.

“Kalau ada perbaikan nanti rombak kembali dari awal, dan memakan banyak waktu, nanti akan ada stempel lagi dan tanda tangan lagi,” keluhnya.

Dijelaskannya, bahwa ‘Koalisi Patriot Bersatu’ ini sudah selesai, dan tidak ada perbaikan lagi. Diakui Gus Shol sebagai Ketua Tim Pemenangan Koalisi Patriot Bersatu bahwa PDI Perjuangan selama ini tidak ada komunikasi terkait dukungannya ke Petahana.

“Saya kaget, kirain saya PDI Perjuangan ingin mendaftarkan sendiri,” heran dia. Seraya menambahkan bahwa, dirinya bukan menolak, tapi bicara last minutes.