Sikap Pemkot Tasikmalaya Menyulut Api Cemburu, PKL Dadaha Ancam Kembali ke Tempat Semula

Ariska | Kamis, 11 Januari 2018 - 11:51 WIB
Sikap Pemkot Tasikmalaya Menyulut Api Cemburu, PKL Dadaha Ancam Kembali ke Tempat Semula

TASIKMALAYA (wartamerdeka) - Pasca relokasi sejumlah PKL yang berada di sport center Dadaha Kota Tasikmalaya ke shelter,  ternyata menyulut api cemburu para pedagang tersebut.Pasalnya Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya dituding tidak adil merelokasi semua PKL.

“Seharusnya Pemkot itu harus bersikap tegas dan adil bagi semua PKL yang berada di center sport untuk pindah tanpa ada pengecualian.Karena saat ini masih ada sekitar 30 PKL yang tidak mau pindah,”ujar Ketua Perhimpunan Pedagang Kali Lima Dadaha (Persada), Ade, Kamis (11/1/2018).

Ade merasa heran tidak adanya ketegasan dan penbiaran sekitar 30 PKL itu.Tanpa ada penertiban sama sekali dari Satpol PP.Sehingga menimbulkan dampak kecemburuan dari sejumlah PKL yang sudah pindah ke shelter.Padahal mereka itu juga sama berjualan di arena sport center Dadaha.

“Kami memberikan deadline pada hari Senin, kalau saja Pemkot tidak bisa bertindak tegas bagi PKL yang tidak mau pindah itu,  tentunya semua pedagang yang kini sudah menempati shelter ini,  dipastikan dengan segala resiko apapun akan pindah kembali berjualan ke tempat semula,”ancamnya.

Kata Ade, mereka yang masih belum pindah itu berada di lokasi Babakan Serang dan areal GOR Susi, GOR Sukapura dan GGM.Pedagang itu juga sebelumnya sama telah menerima surat edaran untuk pindah ke shelter.Namun sampai sekarang ini pun tetap bertahan di tempat jualannya itu.

Seyogianya Pemkot itu harus bersikap adil tanpa ada pengecualian.Tentunya dengan mereka pindah itu juga menunjukan semua PKL itu sama.Sehingga semuanya itu bisa bersama-sama berjualan berada dalam satu shelter.Meskipun dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.


“Kami di sini itu sudah tiga hari berjualan tanpa ada penghasilan sama sekali.Bahkan bingung untuk memberi nafkah kepada keluarga.Karena tidak ada pembeli sama sekali.Sedangkan mereka yang belum pindah tersebut nampak asyik-asyik saja berjualan tanpa ada beban,”keluhnya.

Ade pun berencana akan segera menemui DPRD untuk melakukan aksinya.Karena selama ini merasa di perlakukan tidak adil.Apalagi ini telah menyangkut isi perut para pedagang.Selain itu juga ingin menuntut segara adanya perbaikan fasilitas di shelter tersebut.

Di tempat yang sama, Kadis Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya, H Budi Rahman mengatakan intinya tidak ada penolakan secara lisan untuk relokasi.Pihaknya saat ini sudah melakukan komunikasi dan mengarahkan segera pindah kepada 11 PKL yang berada di Babakan Serang itu.

“Prosesnya itu secara persuasive, pendekatan dan kekeluargaan supaya segera pindah.Agar tidak timbul adanya kecemburuan.Jadi sudah jelas harus pindah, karena mereka itu sudah masuk ke bagian 140 pedagang yang di relokasi.Terkait kalau ada resintensi, tentunya akan digunakan payung hukum,”ujarnya.

Ketika disinggung terkait sejumlah PKL yang berada di GOR Susi, GOR Sukapura dan GGM,   pria yang baru satu bulan dilantik jadi Kadis itu menerangkan jumlahnya ada sekitar 18 pedagang. Mereka itu bukan pedagang eksisting yang di luar daftar 140 PKL yang di relokasi ke shelter.

“Shelter itu untuk kapasitas sekitar 140 PKL.Sedangkan mereka itu sebelumnya tidak masuk data.Tapi mereka juga menjadi target untuk ditata kelola, jangan sampai menganggu pengunakan bahau jalan dan trotoar.Bahkan juga nantinya akan segera pindah ke shelter dengan penambahan areal,”janjinya.