Peserta Tasikmalaya Oktober Festival dari Palestina Tiba di Bandara Wiriadinata

Peserta Tasikmalaya Oktober Festival dari Palestina Tiba di Bandara Wiriadinata

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) – Delegasi Palestina adalah negara pertama yang sudah datang ke Kota Tasikmalaya dengan membawa sekitar 15 orang.Mereka tiba di Bandara Wiriadinata pukul 11.40 WIB, pada Jumat (13/10/2017).

Palestina merupakan salah satu negara yang ikut jadi peserta kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival (TOF).Selain negara tersebut juga akan datang dari negara ASEAN, Jerman, Afrika Selatan, Yordania dan yang lainnya.

Negara itu akan jadi peserta pada talk show Tasikmalaya Investment Expo & Conference (TIEC).Event itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan TOF yang akan dilaksanakan pada 14-17 Oktober 2017.Sedangkan TIEC itu pada, Senen (16/10/2017) di Hotel Santika.

“Delegasi Palestina itu sebagai salah satu peserta negara asing pertama yang tiba hari ini.Mereka itu menginap di Hotel Harmoni selama kegiatan TOF tersebut.Tadi itu di jemput di bandara wiriadinata,”ujar Lugi salah satu Event Organizer CV Jayalaksana, Jumat (13/10/2017).

Menurut Lugi, delegasi palestina itu datang dengan membawa sejumlah pengusaha.Mereka tertarik melihat potensi produk local di Tasikmalaya. Sedangkan delegasi negara lainnya akan menyusul menggunakan kereta api dari Jakarta.

Diperkirakan peserta itu ada sekitar seratus orang dari enam negara yang terdiri negara ASEAN, Jerman, Afrika Selatan dan Palestina. Adapun yang datang itu merupakan salah satu perusahaan yang mewakili masing-masing negara tersebut.

“Kegiatan TIEC itu berupa talk show yang akan membahas terkait pengembangan usaha khususnya potensi yang ada di sini untuk menjalin kerja sama, misalnya border atau mending.Artinya ini ajang promosi agar peserta negara-negara itu bisa berinvestasi,”tuturnya.

Kata Lugi, nanti di jadwal setelah selesai talk show itu, sejumlah delegasi akan disambungkan kepada dinas teknis.Termasuk akan ada peninjauan ke lapangan untuk melihat bagaimana cara pengelolaan bordir, mendong dan beras hitam.Termasuk juga pengelolaan sampah.

“Setelah itu, apakah sejumlah delegasi luar negeri itu akan menanamkan investasinya sebagai langkah awal.Misalnya bordir bisa lebih tukar informasi pengetahuan desain dengan mengunakan teknologi,”terangnya.(Ariska)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *