Gempita dan Pemkab Gorontalo Galakkan Penanaman Jagung di Lahan Tidur

Gempita dan Pemkab Gorontalo Galakkan Penanaman Jagung di Lahan Tidur

Foto : Bupati Gorontalo Prof Dr Nelson Pomalingo (tengah,  berkaos bergaris merah) menanam benih jagung bersama Gempita Kabupaten Gorontalo 

LIMBOTO (wartamerdeka.net) – Dalam rangka memanfaatkan lahan kosong, Pemkab Gorontalo bersama Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita), melaksanakan penanaman benih jagung.

Kegiatan ini dilaksanakan di taman Makam Pahlawan (TMP) Kecamatan Telaga Biru, Minggu ( 24/9/2017).

Gempita dengan slogan “Kekinian itu bertani” mengajak seluruh elemen masyarakat Gorontalo khususnya generasi muda untuk menanam jagung di lahan-lahan tidur.

“Manfaatnya sangat banyak, di samping lahan termanfaatkan, hasilnya bisa dipanen dan dapat mendatangkan keberkahan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat khususnya para petani muda, ” ujarnya.

Bupati Gorontalo Prof Dr Nelson Pomalingo dalam kesempatan ini mengatakan tiga hari ini dirinya menanam-menanam terus.

“Kemarin dulu dengan para bupati menanam Kelapa, kemarin lagi dengan ibu Gubernur menanam di pinggir danau bersama mahasiwa Universitas Gorontalo dan hari ini lagi bersama Gempita, ” ujarnya.

Hal ini kata Bupati Nelson disebabkan karena masih banyak lahan yang kosong. Dirinya sudah mengintrusikan melalui badan pemberdayaan desa.

” Saya sudah wajibkan untuk mengecek setiap desa itu tidak ada lahan kosong dan bahkan akan kita pajaki tanahnya 300 persen kalau tanahnya tidak ditanami. Hal ini juga menjadi kewajiban kepala desa untuk mengecek, dan kebetulan lahan yang kosong itu pemiliknya orang kota. Maka bagaimana berhubungan dengan pemilik dan kepala desa, kemudian ada masyarakat yang tidak punya lahan dipinjamkan dan bagi hasil sehingga lahanbya benar-benar dimanfaatkan,” tegas Bupati Nelson.

Bupati juga mengungkapkan, dirinya senang dengan moto kekinian bertani. “Jadi bertani itu bukan kuno dan di negara Jepang bertani itu sangat maju dan diperhatikan,” tambahnya.

Bisa dibayangkan, tegas Bupati, kalau tidak ada yang memproduksi makanan, dan makanan. Itu diproduksi dari hasil pertanian, maka petani ini harus dihargai.

“Memang hari ini jumlah petani kita sangat banyak, lahan begitu luas, maka slogan kekinian adalah bertani, harus terus digemakan, ” ungkap Bupati Nelson.

Bupati menyampaikan terima kasih kepada Gerakan Pemuda Tani Undonesia (Gempita) Gorontalo yang melaksanakan tanam jagung untuk tahap awal.

“Saya juga akan minta pada dinas pertanian untuk mendukung dengan baik gerakan ini, karena sebenarnya ini program Pemerintah Kabupaten Gorontalo, tapi ternyata pemuda –pemuda terus mendorong, maka ini perlu difasilitasi oleh dinas pertanian, ” ujarnya lagi.

Dikatakannya juga, bukan jagung yang akan dikembangkan, tapi juga hilirnya yakni peternakan.

” Karena itu, program kami sistem pertanian terpadu. Iklim kita bisa cocok dengan semua tanaman, maka jangan hanya jagung yang ditanam, ada hilirnya lain untuk mungkin meningkatkan produktifitas bagi petani antara lain ternak. Bayangkan saja, daunnya jagung terbuang begitu banyak, disini sisi lain ternak kita masih sedikit. Kita masih mengimpor 1,6 juta sapi pertahun, nah kenapa ini tidak bisa diproduksi melalui hilirnya jagung, ” tambahnya.

Kata Bupati Nelson,Pemkab Gorontalo selain mengembangkan ternak dan jagung juga terus mendorong kejayaan kelapa. Karena perkebunan yang hebat selain jagung di Sulawesi dan Gorontalo itu, kita juga ada kelapa. Bukan kelapa sawit yang banyak untuk Pengusahanya, tapi kelapa itu untuk rakyat.

“Maka untuk membangun ekonomi rakyat, kelapa perlu kita bangun secara bersama. Kelapa akan kita kembangkan dan tahun depan jadi program pemerintah pusat. Pangan ini boleh dikata sudah berjalan bagus, maka ke depan perkebunan yang menjadi perhatian pemerintah pusat. Kenapa perkebunan? Karena produksi uang itu lebih banyak di perkebunan dibanding dengan tanaman pangan. Tanaman pangan lebih banyak untuk kebutuhan makanan kita untuk dikomsumsi, tapi memproduksi uang ada di perkebunan, ” ungkapnya.

Masih kata Bupati Nelson,bkita punya perkebunan kelapa bahkan semua daerah di Gorontalo bahkan sulawesi lambangnya kelapa nyiur menambah, maka kejayaan kelapa itu, Insya Allah kita kembalikan lagi. Tentunya perlu koordinasi dan kerjasama.

“Apapun yang kita kerjakan butuh kolaborasi, butuh kerjasama. Kehadiran ibu Gubernur dan Rektor Universitas saat ini memberi semangat kepada kita sekalian,” tandasnya (ar/Irfan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *