DPW LMB Kepri Surati KSOP TBK, Minta Permasalahan PT WAS dengan Penaga Timur Sdh Bhd Diselesaikan

DPW LMB Kepri Surati KSOP TBK, Minta Permasalahan PT WAS dengan Penaga Timur Sdh Bhd Diselesaikan

Foto : Ketua LMB Kepri  Datuk Panglima Azman Zainal 

KARIMUN (wartamerdeka.net) –  Permasalahan PT Wijaya Artha Shipping (WAS) dengan perusahaan kapal milik pengusaha Malaysia (Penaga Timur Sdh Bhd) yang tak kunjung tuntas mengusik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepulauan Riau (Kepri).

Ketua DPW LMB Kepri  Datuk Panglima Azman Zainal pun menyurati Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjung Balai Karimun, meminta agar permasalahan PT. WAS dengan Penaga Timur Sdh Bhd segera diselesaikan.

Datuk Panglima Azman Zainal mengatakan,  merasa heran permasalahan ini sudah hampir setahun tidak kunjung tuntas.

Mulai dari Kepala KSOP yang lama,Letkol (Marinir) Eko Priyo Handoyo sampai berganti kepada Kepala KSOP yang baru,Capt.Renta Novaliana Siahaan,tetap saja permasalahan ini tidak bisa diselesaikan.

“Ada apa ini?” ujar Datuk Panglima Azman Zainal kepada wartamerdeka.net, tadi siang.

Dikatakan,  pihaknya bukan mau mengatur,tapi tidak baik kalau ini dibiarkan terus menerus seperti ini,sementara inikan termasuk pelayaran Internasional yang mengangkut penumpang dari kedua Negara yaitu Indonesia – Malaysia, begitu juga dengan sebaliknya.

“Seperti yang saya baca di pemberitaan media masa, permasalahan ini adalah permasalahan kontrak yang diputuskan Penaga Timur Sdh Bhd secara sepihak, setelah sebelumnya tidak mau membayar jasa karena dan jasa menggunakan jadwal operasi PT WAS, ” ujarnya.

Ditambah lagi pajak yang sudah hampir setahun tidak pernah dibayarkan oleh Penaga Timur Sdh Bhd.” Tetapi anehnya pihak KSOP Tanjung Balai Karimun yang sudah mengetahui persoalan itu,  masih saja mengijinkan kapal milik pengusaha Malaysia itu beroperasi.

“Dalam hal ini kalau memang pihak Penaga Timur Sdh Bhd,tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan permasalahannya dengan perusahaan milik masyarakat kita (PT.WAS),hentikan saja operasional kapal Malaysia itu, ” tandasnya.

Apalagi, tambahnya, tidak jelas betul,  trayek perusahaan mana yang dipakai, sehingga Penaga Timur Sdh Bhd bisa mengoperasikan kapal MV.Tuah 1 dan MV.Tuah 2.

“Kita juga mempertanyakan apakah Trayek yang digunakan sekarang ini memilki ijin.Karena selama ini,sejak dari tahun 2009 sampai terjadinya permasalahan ini,Penaga Timur Sdh Bhd untuk mengoperasikan kapalnya menggunakan jasa keagenan danTrayek perusahaan PT WAS, ” katanya.

Untuk menghindari hutangnya mencapai Milyaran Rupiah Penaga Timur Sdh Bhd,jangan seenaknya menggunakan Trayek perusahaan lain yang tidak tahu kejelasan perijinannya,dan kalau ini dibiarkan kasihan dengan nasib perusahaan masyarakat kita,bahkan bukan tidak mungkin ini juga akan terjadi dengan perusahaan lain.

“Termasuk pajak yang belum dibayar Penaga Timur Sdh Bhd,apakah juga dibiarkan begitu saja, ” katanya mempertanyakan.

“Masih syukur kalau tidak terjadi sesuatu di laut,dan kalau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan di laut nanti siapa lagi yang mau disalahkan,dan siapa yang akan berlangsung jawab,”  ujarnya mengingatkan.

Dengan melalui surat yang dilayangkan DPW LMB Kepri kepada KSOP Tanjung Balai Karimun,Azman berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secepat mungkin,jangan sampai pihak asing memonopoli kita.

Kepala KSOP juga harus bisa lebih bijak lagi untuk menyelesaikan permasalahan ini,dan jangan sampai harus dari pusat yang menyelesaikan permasalahan ini.

“Apalagi kepala KSOP sekarang ini adalah seorang wanita tentu memiliki naluri keibuan,seharusnya dapat membimbing dan membina perusahaan pelayaran di bawah naungan KSOP tersebut,” ungkap Azman. (Sihat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *