Dinas Kominfo Kab Gorontalo Siapkan Sistem Layanan Informasi Desa Terpadu

Dinas Kominfo Kab Gorontalo Siapkan Sistem Layanan Informasi Desa Terpadu

Foto : Tim Silita beranggotakan operator desa membahas pembangunan website desa di Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo,  kemarin.

LIMBOTO (wartamerdeka.net) – Pemanfaatan teknologi informasi saat ini terus dikembangkan hingga pemerintahan desa di Kabupaten Gorontalo. Melalui Program Sistem Layanan Informasi terpadu Desa atau disingkat “Silita”, Dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo berupaya untuk membuka ruang informasi bagi masyarakat desa dengan memberikan fasilitas website desa secara gratis.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kominfo Azis Nurhamidin saat ditemui usai menghadiri lounching Rumah Dataku di Desa Huidu Urtara Kecamatan Limboto Barat, kemarin.

Azis mengatakan bahwa sudah saatnya pemerintah desa untuk menggunakan teknologi informasi dalam melaksanakan roda pemerintahan, selain unrtuk efesiensi waktu dan pekerjaan dan anggaran juga sebagai wujud transparansi kepada masyarakat.

“Melalui Program Silita ini kami berusaha untuk mewujudkan pemerintahan desa bersih dan amanah dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi, dan ini kami upayakan bisa mengkover seluruh desa se-Kabupaten Gorontalo sebagaimana harapan  Bupati Goorontalo bapak Prof. Dr. Nelson Pomalingo, M.Pd saat ini, ” tukas Azis.

Azis menambahkan bahwa layanan website desa ini merupakan bantuan dari Kementrian Kominfo RI melalui Bupati Gorontalo yang secara teknis seluruhnya dikelola oleh dinas Kominfo Kabupaten Gorontalo dengan melibatkan operator desa.

”Dari 191 Desa saat ini 31 desa yang sudah memiliki website desa yang tersebar di beberapa kecamatan. Dan memang kendala kita adalah tidak semua Desa memiliki SDM  IT, namun hal tersebut diatasi dengan dibentuknya tim Silita yang beranggotakan operator desa yang mahir dalam bidang IT, ” tambah Azis.

Sementara itu Kabid Sapra Informatika  Zulkifli  Mohi juga selaku reformer program Silita mengatakan bahwa tuntutan masyarakat desa  selalu meminta adanya transparasi pemerintahan desa.

Maka pihaknya  menfasilitasi berupa media komunikasi yang bersifat komunikatif dan interaktif  baik melalui website, dan media sosial lainnya melalui program “Silita”. (Irfan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *