Ada Air Mata saat Upacara Pelepasan Letkol Inf Wahyu Yudhayana

Ada Air Mata saat Upacara Pelepasan Letkol Inf Wahyu Yudhayana

JAKARTA (wartamerdeka.net)  – Suasana haru mewarnai upacara pelepasan Letkol Inf Wahyu Yudhayana sebagai Dandim 0503/JB. Upacara yang dihadiri seluruh pimpinan Muspiko Jakarta Barat, dan Dandim baru Letkol Kav Andre Henry Masengi, digelar dalam tenda yang sangat megah di Makodim Jakarta Barat, Jalan S Parman, Slipi, Kamis (12/10). 

Suasana meriah yang awalnya mengiringi upacara pelepasan yang dihadiri tidak kurang dari 1000 undangan tersebut seketika dipayungi haru, saat Wahyu diminta untuk menyampaikan kata-kata perpisahannya.

Kepada seluruh anggota, Wahyu berpesan agar terus menjaga kekompakan serta mempertahankan berbagai prestasi yang telah diraih selama ini.

“Ada banyak prestasi yang mungkin tidak bisa saya sebutkan satu persatu. mulai keberhasilan menciptakan perkebunan hidroponik dan aquaponik yang sangat fenomenal, masuk dalam perjalanan ilaian akhir lomba Binter, serta prestasi-prestasi lainnya. Ini bukan. Prestasi saya secara pribadi, tetapi prestasi dari seluruh jajaran prajurit, ASN, serta ibu-ibu Persit. Pertahankan itu semua bersama Letkol Kav Andre Henry, yang akan menjadi komandan kalian yang baru,” pesan Wahyu.

Tidak hanya itu, Wahyu juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh prajurit TNI, ASN, jajaran Muspika, tokoh agama dan tokoh masyarakat, apabila selama bertugas ia khilaf melakukan kesalahan ataupun hal-hal Lain yang membuat ada pihak-pihak yang merasa tersinggung atau tersakiti.

“Dengan hati tulus, saya memohon maaf,” ujar Wahyu dengan suara tersekat.

Sontak permintaan maaf Wahyu membuat sejumlah prajurit, dan. ASN tak kuasa menahan air mata mereka.

Ya, di balik ketegasannya, Wahyu juga dikenal sebagai komandan yang sangat memperhatikan para prajurit dan keluarganya.

Tak terhitung berbagai upaya Wahyu untuk membantu para anggota dan keluarganya.

“Beliau komandan tidak hanya di komando, tetapi juga dalam keseharian. Beliau banyak membantu prajurit dan keluarga. Mulai dari membantu biaya berobat, biaya pendidikan, hingga bantuan-bantuan lainnya. Tak heran jika semua prajurit merasa kehilangan sosok komandan, sekaligus ayah bagi mereka dan keluarga,” ujar Danramil Tamansari Mayor Inf Rohani dengan suara terbata-bata, saat diminta tanggapannya soal sosok Wahyu Yudhayana.

Sementara itu, walikota Jakbar Annas Efendi yang juga terlihat sangat terharu, mengaku sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Letkol Wahyu, selama menjabat sebagai Dandim Jakbar.

“Seorang prajurit sekaligus komandan pekerja keras. Pendekatannya terhadap unsur-unsur Muspika juga patut diacungi jempol. Hal ini berimbas pada kekompakan dan kerjasama yang solid. Imbasnya, wilayah Jakarta Barat menjadi salah satu wilayah yang paling kondusif, termasuk saat Pilkada lalu yang begitu panas,” ujar Anas seraya menambahkan ia sengaja mengerahkan seluruh lurah dan camat untuk datang ke acara pelepasan Letkol Wahyu, sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan.

Suasana haru kian tak tertahan, saat diujung upacara, para prajurit untuk terakhir kali mengawal dan mengantar Wahyu dan ibu, menuju mobil yang akan membawanya meninggalkan Makodim Jakbar, yang dalam setahun terakhir ini, menjadi tempat pengabdiannya.

Disaat mobil dinas yang ditumpanginya bersama sang istri berjalan berlahan-lahan meninggalkan Makodim Jakbar, Wahyu yang awalnya sempat melambaikan tangan, tiba-tiba terlihat menghapus air matanya yang menetes.

Selamat jalan komandan. Semoga sukses di lokasi tugas yang baru. (Badar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *